Label: Puisi

Mata Air  Ibu di Cihampelas

Mata Air Ibu di Cihampelas

Arusnya kuat, bu Malam ini biar saja kita tabrak rawa-rawa Walau harus diserbu bising ka…
Kandas Sebelum Tandas

Kandas Sebelum Tandas

Menetap memang nampak percuma ya? Semacam minum teh tanpa sukrosa. Senyap. Kita yang semu…
Membaca Tubuhmu

Membaca Tubuhmu

Engin Akyurt Aroma tubuhmu menguar hingga membuatku ingin tersungkur dalam gelap. Gelap y…
Menghitung Tanda-Tanda Kematian di Wajah Kita dan Puisi Lilin Lainnya

Menghitung Tanda-Tanda Kematian di Wajah Kita dan Puisi Lilin Lainnya

Mitja Juraja on Pexels MENGHITUNG TANDA-TANDA KEMATIAN DI WAJAH KITA Saban hari pada saat…
Sepotong

Sepotong

Mati Mango on Pexels sepotong, bagi rata dipotong, panjangnya sama atas minta dua juta ba…
Pabrik Rematik

Pabrik Rematik

Pixabay on Pexels Kepada yang menua di perjalanan pulang dan pergi usiamu berceceran, di …
Bukan Lomba

Bukan Lomba

IDN Times Duduk nyamanku dirasuki geram kala pertambahan angka pada diriku, kaukaitkan de…
Kenyang Prasangka

Kenyang Prasangka

Min An on Pexels Detak jantungku sedang berpesta merayakan gugup, pun ketidaktahuan mulut…
LDR

LDR

Andrew Neel Kamu mengajakku pergi ke sebuah tempat dengan menggunakan motormu yang tak ku…
Berbulan Madu di Depan Istana

Berbulan Madu di Depan Istana

Marius Mann on Pexels Sore Itu Langit Jingga Itu Tak Kunjung Mengusir Kawan-Kawan Demonst…
Waktu Pulang Kerja II

Waktu Pulang Kerja II

Rene Asmussen on Pexels kilau pisau beradu dengan warna-warni irisan cabai dan bawang tak…
Waktu Pulang Kerja

Waktu Pulang Kerja

energepic.com on pexels derik dot metrik mengetik kalimat terakhir pada lembar warna-warn…
Nastar

Nastar

Sebuah nastar yang introvert di dalam toples ia ngumpet Berlindung, dari mulut beracun ya…