Wanita Karir: Wanita yang Paling Ditakuti Pria

Andrea Piaquadio on Pexels

Penulis:        Rai Liru
Editor:          Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net - Bagi sebagian pria, ketika menjalin hubungan dengan wanita karir yang sukses dan berpengaruh, akan selalu muncul ketakutan-ketakutan tersendiri yang sulit diungkapkan dan sesak bila dipendam. Bahkan, mungkin sebagian dari mereka berpikir, apakah pasangan yang sukses seperti itu akan mengambil alih kendali dalam hubungan mereka? Dan, akan jadi seperti apa ketika dia menikahi wanita karir, akankah dia masih mendapatkan hasrat alaminya sebagai pria? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mau tidak mau akan memenuhi kepalanya. Lebih jauh lagi, hasrat seperti apa yang ada dalam diri pria? Dan seberapa berpengaruh ia dalam menjalin sebuah hubungan, terutama dengan wanita karier?

Sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita perlu menggarisbawahi beberapa hal, bahwasanya tulisan ini tidak bersifat mutlak, selalu ada faktor x dalam setiap hal. Akan tetapi, sebagian besar pria yang saya temui hampir selalu memiliki pikiran-pikiran yang akan saya bahas ke depan. Namun demikian, menjadi wanita karir tidak selalu berarti buruk (dalam hubungan asmara). Selalu ada dua sisi dalam sebuah koin, demikian juga menjadi wanita karir, dan lebih spesifik lagi menyangkut sebuah hubungan percintaan.

1. Kepemimpinan
Semua dari kita pasti tahu, minimal pernah mendengar soal keeratan hubungan antara seorang pria dengan kepemimpinan. Faktanya, pria paling tidak berguna, paling tidak bisa memimpin, sekalipun selalu ingin ditempatkan sebagai seorang pemimpin dalam sebuah hubungan. Itu merupakan sebuah ironi tersendiri memang, di mana orang yang tidak tahu mengenai suatu hal selalu ingin menguasai hal tersebut. Namun, demikianlah kenyataannya. Kenyataan tersebut mau tidak mau mesti diterima. Dewasa ini masih banyak pria yang ingin menempati posisi pemimpin dalam sebuah hubungan, terutama dalam hal percintaan.

Penjelasan di atas sayangnya akan sedikit mendapat sebuah desakan kecil begitu bertemu dengan wanita karir. Seorang wanita karir cenderung memandang sebuah hal dengan lebih baik, terstruktur, dan mengandalkan logika, sehingga wanita seperti ini biasanya memiliki pemikiran-pemikiran tersendiri terhadap sebuah persoalan juga mampu membuat keputusan sendiri. Oleh sebab itu, kadang kala inilah yang membuat seorang pria merasa ragu ketika menjalin sebuah hubungan dengan wanita karir, sehingga andaipun dia mesti menikahi seorang wanita karir, dia biasanya akan meminta sang wanita untuk berhenti bekerja. Alasannya? Sederhana, untuk meneguhkan posisinya.

Keputusan kecil seperti menentukan mau jalan ke mana kadang kala bisa sedikit menimbulkan ketidaknyamanan bagi seorang pria andai ia tak dilibatkan dalam pembuatan keputusan. Pemilihan warna dinding rumah dan lain sebagainya pun demikian. Tapi, bukankah wanita juga seperti itu? Ya, tetapi pria, dengan keinginannya dianggap sebagai pemimpin tadi, cenderung lebih besar. Mungkin dia tidak membicarakannya, tapi dia memiliki rasa ketidaknyamanan.

Diterima atau tidak, sebagian pria cenderung merasa takut bila wanitanya mampu membuat keputusan sendiri sehingga ia sering kali memilih untuk mengukuhkan posisinya dengan alasan wanita mesti patuh kepada seorang suami. Sayangnya, sering kali hal ini berdampak negatif kepada seorang perempuan. Selain karena masih banyaknya yang pria yang ingin menjadi pemimpin tapi di saat bersamaan belum mampu memimpin sehingga menyulitkan wanita karier mencari pasangan, saat menikah pun ini akan sedikit menjadi sumber persoalan. Dasarnya, dua pemimpin dalam satu perahu cenderung membingungkan.

Seegois itukah seorang pria? Lantas bagaimana jika dia memang tidak bisa memimpin? Apakah wanita mesti selalu mengikutinya? Jawabannya berhubungan dengan poin yang akan kita bahas selanjutnya, yakni mengenai hasrat seorang pria.


2. Hasrat Seorang Pria
Pada dasarnya, sumber kebahagiaan pria dan wanita itu beriringan. Keduanya seperti benar-benar diciptakan untuk saling melengkapi. Salah satu sumber kebahagiaan seorang pria dalam sebuah hubungan ialah saat dia bisa berarti/membantu secara konkret. Dalam artian, ketika dia bisa memberikan bantuan kepada wanitanya, di saat itulah ia merasa bahagia.

Sementara itu, wanita cenderung sebaliknya. Dia akan merasa bahagia saat menemukan pria yang bisa diandalkan, membantunya. Namun, ini jelas bukan tindakan mengeksploitasi. Analogi sederhananya seperti saat sepasang kekasih berjalan beriringan. Pria biasanya akan berjalan di dekat jalan. Kenapa? Karena saat dia ada di posisi melindungi dan merasa telah melindungi, dia akan merasa bahagia. Sementara itu, wanita sebaliknya. Dia akan merasa bahagia ketika dilindungi. Bukankah itu terasa begitu indah? Ya, tapi tidak semua berjalan sebagaimana keinginan kita.

Saat seorang wanita memilih berkarir, kegiatan saling membahagiakan di atas akan cenderung lebih sulit didapat. Kenapa? Karena kesempatan pria untuk ada di posisi diandalkan ini akan lebih sempit dan kecil. Wanita berkarir cenderung mandiri. Dia tidak terlalu membutuhkan bantuan pria secara spesifik. Meski pada dasarnya wanita tetaplah wanita yang memiliki perasaan lembut, wanita karir cenderung bisa melakukan berbagai hal sendiri. Oleh sebab itu, pria akan sedikit merasa takut karenanya. Dia takut tidak bisa diandalkan. Insecure seorang pria adalah saat wanita yang dia dekati memiliki status yang lebih tinggi. Alasannya? Karena hal di atas. Ia takut tidak bisa berada di posisi memberi perlindungan (sumber kebahagiaannya dan sumber kebahagiaan wanita).

Lantas, jika sedemikian rumit alasan pria takut kepada wanita karir dalam hal percintaan, apakah tidak masalah menjadi wanita karir?

Jawabannya tentu saja tidak masalah. Pertama, kita merupakan manusia yang merdeka, bebas menentukan pilihan kita sendiri. Kedua, ketakutan-ketakutan di atas cenderung hanya dialami oleh pria yang statusnya berada di bawah si wanita. Lantas, apa untungnya? Ini merupakan sebuah keuntungan yang hanya dimiliki wanita karir. Para wanita karier seperti memiliki filter alami dalam hal percintaan. Pria-pria yang mendekatinya (yang benar-benar mencintainya) sudah bisa dipastikan adalah orang-orang yang berkualitas tinggi atau minimal memiliki mental seorang pejuang. Sehingga, andaipun kualitas si pria masih berada di bawah si wanita karir, dia akan selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri.

Kesimpulannya, sering kali, hanya pria berkualitas atau pemilik mental pejuang yang mau mendekati seorang wanita karier. Tidak semua wanita memiliki keistimewaan seperti itu.


Rai Liru
Rai Liru merupakan nama pena dari salah satu penulis asal indramayu. Dia menyukai musik, tapi memiliki penyakit buta nada. Menyukai film, tapi mempunyai penyakit lupa cerita.

Kamu bisa mengunjungi akun media sosialnya di fb dengan nama yang sama, “Rai Liru”.