Awas, Toxic Productivity!

Anamul Rezwan on Pexels

Penulis:            Galih Agus Santoso
Editor:             Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net - Gimana nih 2023 kalian guys? Seru atau malah pilu? Apapun yang terjadi semoga kita semua enggak terjebak di dalam kondisi toxic productivity ya guys!

Apa Itu Toxic Productivity?

Menurut para ahli psikologi, toxic productivity merupakan keadaan di mana seseorang merasa bersalah, tidak tenang, bahkan kehilangan harga diri (self value) jika tidak sedang melakukan hal-hal yang produktif. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi workaholic atau gemar bekerja berlebihan sampai melewati batas wajar.

Alih-alih menjadi lebih produktif, hal toxic ini justru beresiko menurunkan kualitas hidup seseorang, menimbulkan perasaan yang buruk, burnout, kelelahan fisik dan mental bahkan berujung kepada keputusasaan.

Ciri-Ciri Toxic Productivity

Yuk kita lihat dan kenali ciri-cirinya suapaya kita lebih paham apa itu toxic productivity

- Gak Pernah Merasa Puas
Ciri pertama yaitu gak pernah merasa puas. Mereka gak bakal bisa tenang dengan hasil kerja yang sebenernya udah bagus dan lebih dari cukup. Mereka melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan sampai-sampai meninggalkan hal lain yang lebih penting, misalnya kesehatan, urusan keluarga dan lain sebagainya.

- Overobsessed dengan Produktivitas
Menjadi produktif itu bagus, yang gak bagus itu kalau terobsesi secara berlebihan / overobsessed sampai jatuh sakit dan melakukan segala cara untuk meraih produktivitas. Kerena akan menjadi percuma kalau produktif tapi uangnya habis buat berobat atau malah jadi dibenci banyak orang karena selalu menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai target.

- No Istirahat-Istirahat Club
Istirahat adalah kata yang negatif buat orang-orang toxic productivity. Mereka akan merasa tidak berharga saat berdiam diri sejenak. Biasanya mereka juga memandang sebelah mata orang yang sedang beristirahat. Mereka menganggap orang-orang itu sebagai pemalas, padahal belum tentu kayak gitu kan…hmmm

- Memandang Orang Lain Hanya dari Pencapaiannya
Di level ini mereka akan kehilangan respect ke orang-orang yang tidak memenuhi standar kesuksesan yang mereka miliki. Sikap semacam ini tentunya tidak baik karena kita tidak bisa berekspektasi semua orang punya standar kesuksesan yang sama. Selain itu target yang enggak realistis juga kerap bikin mereka kecewa terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Tips Mengatasi Toxic Prductivity

Tenang…karena semua masalah pasti ada solusinya, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari kebiasaan yang merugikan ini.

1. Bersyukur dengan hasil yang didapat, kamu sudah mau berusaha itu sudah keren banget terlapas gimanapun hasilnya, yuk latihan menghargai diri sendiri.

2. Lebih aware dengan kesehatan fisik dan mental, tanamkan prinsip siapa lagi yang akan peduli dengan dirimu kalau bukan dirimu sendiri.

3. Bersahabat dengan kata istirahat, percayalah kalau tubuhmu terus terforsir bukannya produktivitas yang akan kamu dapat tapi berbagai hambatan justru akan berdatangan.

4. Hargailah pencapaian orang lain maupun diri sendiri, berhenti memandang rendah sebuah proses.

5. Mengejar target bukan hanya perlu kerja keras, tapi juga kerja cerdas, carilah cara-cara yang mungkin bisa membuat pekerjaanmu menjadi lebih mudah dan efisien.

6. Seimbangkan kehidupan profesionalmu dengan kehidupan pribadimu, rasakanlah berbagai hal baik akan berdatangan kepadamu.

Semoga kita bisa konsisten menerapkan poin-poin di atas agar terhindar dari toxic productivity. Tapi kalau kamu sedang dalam situasi seperti itu saat ini it’s okay, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyadari bahwa toxic productivity itu gak baik buat kesehatan fisik dan mental kamu. Pelan-pelan kamu pasti bisa terbebas. Jangan lupa share artikel ini ya..semoga bermanfaat. Cheers!

Galih Agus Santoso

Anak teknik yang cinta sastra. Bisa diajak kenalan di instagram dengan akun @santosoogalih..