Sering Bikin Iri, Apakah Kuliah di Luar Negeri Seenak Itu?

Dom Fou in Unsplash

Penulis:        Salma Farikha
Editor:          Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net - Saya rasa hampir semua mahasiswa pasti ingin mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi-nya di luar negeri seperti di Oxford University dan Harvard University layaknya Maudi Ayunda.

Namun percayalah, kuliah di luar negeri nggak seenak seperti yang dibayangkan orang-orang, sekalipun bisa kuliah di luar negeri karena jalur beasiswa. Pasalnya ada banyak perjuangan yang harus dilakukan mahasiswa untuk bisa kuliah di luar negeri. Berikut beberapa perjuangan yang harus dilakukan mahasiswa jika kuliah di luar negeri.

1. Harus Cepat Belajar Bahasa
Namanya juga belajar di luar negeri, bahasa yang umumnya digunakan tentunya bahasa inggris. Mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri mau nggak mau harus belajar bahasa inggris dan bisa menguasainya secara cepat agar mereka bisa mudah berkomunikasi.

Nggak hanya bahasa inggris saja yang perlu dipelajari, mereka juga harus belajar bahasa asing lainnya. Karena, nggak semua negara menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa utama. Jika semasa kuliah malas belajar bahasa inggris tentu hal ini sangat menjadi beban bagi mahasiswa.

2. Menahan Rindu Sama Keluarga
Bagi mahasiswa yang kuliah di perantauan pasti akan jauh dari kedua orang tua dan keluarganya. Memang perkembangan teknologi saat ini telah membantu kita untuk mengobati rasa rindu sama keluarga yang bisa kita lakukan dengan melalui video call.

Namun, pada kenyataannya video call nggak cukup untuk melepas rasa kangen. Kurang afdhal rasanya kalau nggak berpelukan. Mahasiswa yang kuliah di luar negeri ini paling tidak hanya bisa balik kampung bertemu keluarganya hanya ketika liburan semester, itu pun jika tidak mengikuti organisasi dan kegiatan apa pun. Hal ini dikarenakan tiket naik pesawat antar negara tentu harganya nggak murah.

3. Kemana-mana Harus Terbiasa Naik Angkutan Umum
Di negara-negara luar seperti Korea, Turki, Amerika, Jepang, dan negara lainnya, para penduduknya mayoritas lebih milih naik angkutan umum dibanding kendaraan pribadi. Sangat berbeda dengan warga Indonesia. Di Indonesia kebanyakan kita jumpai kendaraan pribadi yang mendominasi jalan.

Meskipun angkutan umum di negara maju kondisinya sudah nyaman dan fasilitasnya sudah bagus, namun mahasiswa yang kuliah di luar negeri perlu menyesuaikan diri untuk melakukannya karena harus menunggu angkutan lewat kembali jika angkutan yang telah ditunggu-tunggu ternyata sudah penuh.

4. Berusaha Masak Sendiri
Walaupun mahasiswa yang kuliah di luar negeri misalkan anak orang yang berada namun, mereka harus bisa berhemat. Karena biasanya biaya hidup di luar negeri jauh lebih mahal dari negara asal. Apalagi makanan siap saji, di sana harga buat beli satu makanan siap saji untuk sarapan saja bisa buat makan kita sehari bahkan dua hari di negara asal.

Mahasiswa yang kuliah di luar negeri juga perlu memiliki keahlian memasak biar nggak boros, dan jika mereka kangen dengan masakan negara asal, mereka bisa masak sendiri. Atau ada juga yang emang lidahnya udah terbiasa sama masakan di kampung halaman, nggak doyan salmon mentah ya Ges, salmonnya harus digoreng dulu. Hehe.

5. Butuh Menyesuaikan Diri dengan Iklim
Di Indonesia hanya mengenal dua macam musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Banyak negara tujuan kuliah yang memiliki empat macam musim, ada musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin atau musim salju.

Perbedaan musim ini yang membuat mahasiswa kesulitan untuk beradaptasi. Contohnya saja pada saat musim salju, mahasiswa rantau pasti akan merasa sangat-sangat kedinginan dan pastinya mereka juga bingung apa yang harus dilakukan.

Belakangan ini perubahan musim di negara sendiri aja buat tubuh gampang terkena penyakit, gimana dengan di luar negeri.

Itulah beberapa perjuangan yang harus dilakukan untuk dapat kuliah di luar negeri. Masih semangat berjuang buat bisa kuliah di luar negeri kan?

Salma Farikha

Mahasiswi ILPUS di salah satu UIN di Jatim.