5 Rekomendasi Novel Roman yang Sayang untuk Dilewatkan


Penulis:        Malik Ibnu Zaman
Editor:          Nurul Fatin Sazanah

Cangkeman.net - Novel roman adalah salah satu jenis karya sastra yang mulai populer pada akhir abad ke 17. Novel roman merupakan cerita fiksi yang menggambarkan kronik kehidupan tokoh secara mendalam dan rinci. Cerita dalam novel roman bukan hanya menggambarkan penggalan peristiwa kehidupan saja, tetapi juga kisah sejak lahir hingga dewasa.

Ingin membaca novel roman? Berikut 5 rekomendasi novel roman yang sayang banget untuk dilewatkan.

1. Burung-Burung Manyar
Rekomendasi novel roman pertama berjudul Burung-Burung Manyar yang ditulis oleh Y.B. Mangunwijaya, dan terbit pertama kali pada tahun 1981. Roman yang mendapatkan penghargaan SEA Write tahun 1983 ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan telah berulang kali dicetak ulang.

Bagi yang suka cerita sejarah, Burung-Burung Manyar wajib banget untuk dibaca. Novel roman ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian I 1934-1944 yang terdiri dari 4 subbab, lalu bagian II 1945-1950 terdiri dari 9 subbab, dan bagian III 1968-1978 terdiri dari 9 subbab. Novel roman ini mengisahkan tentang Teto yang merupakan anak dari Kapten KNIL bernama Brajabasuki. Perjalanan hidup Teto penuh dengan pergolakan dan lika-liku. Ia yang semula hidup nyaman kemudian berubah ketika Jepang menduduki Indonesia, dan saat Indonesia merdeka ia menjadi Tentara KNIL.

2. Dari Hari ke Hari
Rekomendasi novel roman berikutnya berjudul Dari Hari ke Hari. Novel roman ini merupakan karya dari Mahbub Djunaidi yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1975 oleh Dunia Pustaka Jaya. Perlu kita ketahui, pada tahun 1974 novel roman ini menjadi pemenang sayembara mengarang roman yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Novel roman yang terdiri dari 5 bagian cerita ini mengisahkan tentang pengalaman sebuah keluarga di pengungsian pada tahun 1946-1948 semasa revolusi fisik dengan latar tempat Jakarta, Yogyakarta, dan Solo. Menurut saya, penggambaran novel roman ini sangat jelas dan runtut. Sebab, memang cerita dalam roman ini merupakan pengalaman pribadi Mahbub ketika ia berusia belasan tahun dan sedang mengungsi ke Solo bersama dengan keluarganya.

3. Siti Nurbaya
Rekomendasi novel roman ketiga berjudul Siti Nurbaya. Nama ‘Siti Nurbaya’ sendiri tentu sudah tidak asing karena sering diucapkan oleh orang-orang di zaman sekarang, terutama terkait perjodohan. Contohnya ungkapan “sekarang itu bukan zamannya Siti Nurbaya lagi,” yang terlontar ketika ada orang tua yang menjodohkan anaknya. Ada juga lagu “Siti Nurbaya”. Jadi, bisa dikatakan bahwa ucapan dan lagu tersebut terinspirasi dari cerita Siti Nurbaya.

Novel roman ini ditulis oleh Marah Rusli, dan terbit pertama kali pada tahun 1922 oleh Penerbit Balai Pustaka. Jika kita melihat sampulnya, di bawah tulisan ‘Siti Nurbaya’ tertulis ‘Kasih Tak Sampai’. Novel roman yang telah berkali-kali cetak ulang ini menceritakan tentang Siti Nurbaya dan Samsul Bahri. Mereka berdua itu dekat sejak sekolah rakyat. Namun, kisah cinta mereka tidak pernah bisa bersatu. Novel roman ini terdiri dari 16 bab.

4. Roman Picisan
Rekomendasi novel roman selanjutnya berjudul Roman Picisan yang ditulis oleh Eddy D. Iskandar, dan telah diadaptasi juga ke dalam film dengan judul serupa. Filmnya yang rilis tahun 1980 dibintangi oleh Rano Karno, dan Lydia Kandou. Sementara yang diproduksi tahun 2017 dibintangi oleh Arbani Yasiz dan Adinda Azani. Cetakan pertama Roman Picisan tidak terlacak, sementara cetakan kedua terbit di tahun 1987.

Roman Picisan menceritakan tentang kehidupan remaja SMA yang saling membenci tetapi diam-diam suka. Benci tapi cinta gitu, deh sebutannya. Jadi, tokohnya yang bernama Roman itu jatuh cinta kepada Wulandari, tetapi ia gengsi untuk mengungkapkan perasaannya.

5. Negeri Senja
Rekomendasi novel roman terakhir berjudul Negeri Senja yang merupakan karya dari Seno Gumira Ajidarma. Negeri Senja terbit pertama kali pada tahun 2003 oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Novel roman setebal 250 halaman ini menceritakan tentang seorang pengembara yang tersesat di sebuah negeri yang tidak ada di peta. Negeri tersebut adalah negeri yang miskin dan selalu senja. Menurut sang Pengembara, negeri tersebut merupakan negeri yang indah. Akan tetapi, bukan hanya keindahan saja yang ditemukan oleh sang Pengembara, namun juga intrik, kekuasaan, dan politik.

Itulah 5 rekomendasi novel roman yang sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa masukkan judul-judul roman di atas ke dalam wishlist bacaanmu, ya!

Malik Ibnu Zaman

Penulis lepas. Dapat ditemui di Instagram @malik_ibnu_zaman