Kok Bisa Sih Ketiduran Saat Khotbah Jumat?


Penulis:        Riad
Editor:          Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net - Selain perkara kehilangan sandal, hal tidak mengenakan lainnya yang juga kerap saya alami di masjid saat salat Jumat adalah ketiduran ketika khotbah Jumat sedang berlangsung. Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kali saya mendengarkan secara serius khotbah Jumat. Jumat minggu lalu saya juga ketiduran. Jumat sebelumnya lagi saya yakin juga begitu.

Tidak jarang saat dalam kondisi tertidur saya sampai kebablasan hingga membuat saya hampir tidak ikut salat. Saking pulasnya. Kerap kali juga jemaah yang lainnya membangunkan saya karena melihat saya ketiduran. Perkara jemaah ketiduran ketika khotbah Jumat ini sudah sama seperti kasus kehilangan sandal saat jumatan: sama-sama sering terjadi dan dialami banyak orang.

Tentu hal ini perlu kita pertanyakan mengapa yang demikian bisa terjadi. Padahal kita sudah berwudhu atau mandi dengan pakaian yang bersih dan wangi, tapi tetap saja kita ketiduran ketika khatib menyampaikan khotbahnya. Nah, setelah saya renungkan dengan tidak begitu mendalam, saya menemukan ada beberapa penyebab sehingga kita tertidur saat khotbah Jumat berlangsung.

Pertama, karena kecapekan. Setelah beraktivitas dari pagi sampai siang, tubuh tentu akan merasakan kelelahan dan butuh untuk istirahat sejenak. Barang kali faktor kecapekan inilah yang menyebabkan sehingga ada jemaah yang ketiduran di masjid saat khotbah Jumat. Yang awalnya kamu berniat untuk mendengarkan sang khatib berkhotbah, namun karena terlalu capek sehabis beraktivitas rasa kantuk pun menyerangmu dan membuatmu malah tertidur dalam keadaan duduk.

Beberapa kali saya bisa mendengarkan khotbah Jumat sampai tuntas dan tidak merasa mengantuk tepatnya ketika hari libur yang kebetulan jatuhnya pada hari Jumat. Saya pikir, saya bisa begitu karena badan saya tidak terasa capek lantaran libur dari pekerjaan kantor. Sangat berbeda rasanya ketika tidak libur, rasa kantuk selalu mendatangi saya dan membuat saya jadi ketiduran sementara sang khatib sedang berbusa-busa menyampaikan khotbahnya.

Kedua, makan sebelum jumatan. Beberapa orang memiliki kebiasaan sebelum berangkat jumatan memutuskan terlebih dahulu untuk makan. Sebagiannya lagi lebih memilih makan setelah datang jumatan. Kalau saya sendiri sih ya kalau punya banyak waktu saya makan juga sebelum ke masjid untuk jumatan, kecuali kalau waktunya mepet di mana kalau saya makan akan membuat saya telat ke masjid.

Nah, mungkin saja kebiasaan makan saat akan jumatan inilah yang membuat kita kerap ketiduran saat khotbah Jumat berlangsung. Ya, aktivitas makan selain bikin perut kenyang, juga bisa menjadikan kita jadi mengantuk. Dikutip dari situs alodokter.com, rasa kantuk timbul setelah makan itu karena pada saat proses pencernaan berlangsung, tubuh akan melepaskan hormon tertentu seperti serotonin dan melatonin. Hal inilah yang membuat kita mengantuk setelah makan.

Ketiga, suasana masjid yang sejuk dan tenang. Masjid dikondisikan senyaman mungkin selain bertujuan biar jemaah lebih khusyuk lagi dalam salat, ternyata juga bisa membuat jemaah jadi ketiduran, terutama saat khotbah Jumat. Apalagi jika yang membawakan khotbah suaranya seperti orang yang mengantuk, maka semakin gampang lah kita menuju ke alam mimpi.

Keempat, karena habis begadang. Tidak dimungkiri bahwa begadang semalaman akan membuat tubuh kita terasa lelah pada keesokan harinya. Kita pun juga akan terserang rasa kantuk sehingga hal ini tentu saja akan menggangu kita dalam beraktivitas.

Termasuk saat kita mengikuti khotbah Jumat, konsentrasi kita bakalan buyar karena diganggu oleh rasa kantuk yang menyerang kita gara-gara begadang di malam hari. Entah itu begadang karena nonton bola, ngobrol ngalur-ngidul sama teman-teman pos ronda, atau mungkin mikirin cara bagaimana bisa hidup di planet Mars. Akibatnya, alih-alih kita mendengarkan sang khatib berkhotbah, yang ada kita justru malah asyik sendiri melanglang buana ke alam mimpi.

Itulah barangkali beberapa faktor sehingga ada jemaah yang ketiduran saat khotbah Jumat berlangsung. Namun, yang lebih parah dan tidak layak untuk dicontoh dari kebiasaan ketiduran saat khotbah Jumat adalah dia yang tidak mau pergi jumatan. Jangan lupa untuk jumatan minggu ini ya, Lur.

Riad

Hanya manusia biasa.