1% Nyanyi, 99% Curhat


Penulis:        Muhamad Irfan Kusbiantoro
Editor:          Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net - ‘Ambyarrr’

Satu kata yang cukup populer di kalangan anak muda zaman sekarang ketika mereka sedang melihat konser. Sejak pertama kali dipopulerkan oleh Alm .Didi Kempot, kata Ambyar ini ternyata langsung mencuri perhatian anak muda, mereka merasa bahwa kata Ambyar ini ditambah dengan lagu-lagu dari Alm. Didi Kempot sangat mewakili perasaan mereka. Apalagi lagu-lagu dangdut koplo zaman sekarang yang sangat jogetable. Ketukan kendang yang menjadi ciri khas lagu dangdut ini menjadi salah satu obat buat melepas stress itu sendiri.

Apalagi dengan kehadiran TikTok yang tanpa kita sadari bahwa mayoritas sound yang viral berasal dari genre musik dangdut koplo. Entah kenapa, musik ini jadi salah satu musik yang asik buat dikolaborasikan dengan jogetan atau dance challenge. Makanya zaman sekarang sering kita jumpai seliweran di fyp, konten yang bertuliskan:

"Katanya nonton konser, tapi kok 1% Nyanyi 99% Curhat masalah hati?"

Hal ini sebenarnya tidak terbatas pada konser dangdut koplo saja, pokoknya ketika ada konser dan penyanyinya sedang membawakan lagu sedih, semua penonton auto ambyar dan bikin konten 1% Nyanyi 99% Curhat masalah hati.

Hal ini menurut saya wajar saja, alasan kenapa orang-orang senang menikmati lagu sedih karena lagu itu memberi kesan ‘mewakili isi hati’. Waktu kita dengerin lagu sedih ada perasaan yang disebut dengan Kama Muta, istilah Sansekerta yang berarti ‘tergerak oleh cinta’. Perasaan tergerak ini bisa seperti rasa tenang, rasa merinding, luapan emosi, kehangatan di dada, dan kegembiraan.

Tempat Melampiaskan Emosi atau Isi Hati
Perasaan meluapkan emosi atau isi hati ini datang dari perasaan kita yang tiba-tiba merasa lebih dekat dengan orang lain. Biasanya orang yang punya empati tinggi, waktu dengerin lagu sedih gampang banget merasa bahwa lagu ini kayak menceritakan tentang kehidupannya.

Kalian pasti pernah kan ketika sedang nonton konser, dan penyanyinya sedang nyanyi lagu sedih, tiba-tiba dalam dada kalian kayak semacam ada perasaan yang nggak bisa dijelasin dengan kata-kata, ada juga yang ikutan nyanyi kenceng banget bahkan sampai nangis. Nah ini reaksi atas lagu sedih melihat bagaimana perasaan orang lain.
 
Pada saat itu kalian berbagi pengalaman emosional dengan orang lain. Rasa berbagi meningkatkan perasaan tergerak dan memicu perasaan nyaman dan memiliki, apalagi dengan nuansa konser musik yang sangat mendukung dan sesekali bikin merinding kalau lagunya itu sesuai dengan kehidupan kalian.
 
Selain itu, lagu-lagu ini bisa berperan sebagai pengganti sosial. Lagu sedih bisa berperan sebagai teman imajiner yang bisa ngasih kalian dukungan dan empati, misalnya ketika kalian benar-benar merasa kehilangan.

Makanya tanpa disadari ketika konser kita nyanyi dengan teriak sekencang-kencangnya untuk bisa melepaskan sesak yang ada. Perasaan ini bisa muncul dari kenangan atau momen penting dalam hidup. Bisa jadi kalian ketika menikmati konser itu kemudian ingat kenangan bersamanya yang gak mungkin bisa terulang kembali, Nyesekkk.

Memahami Kesedihan Dengan Kesenangan
Pandangan lain, bisa jadi lagu sedih kurang enak didengar karena bikin sedih atau bikin seseorang nostalgia. Tapi lagu-lagu ini dianggap enak didengar karena punya lirik yang indah.

Maka dari itu, kesedihan bisa saja terjadi bersamaan dengan kesenangan. Melihat euforia konser yang semuanya pada ikutan nyanyi ditambah dengan idola yang kalian tonton secara langsung memancing perasaan kalian yang awalnya rapuh jadi terangkat menjadi lebih baik.

Misalkan ketika kalian lagi nonton konsernya Fiersa Besari. Lalu Fiersa Besari nyanyi lagu runtuh yang ditulis bareng Feby Putri. Lagu runtuh punya lirik yang dalam sehingga membuat kalian bisa memaknai sesuatu kan? Fiersa Besari dan Feby Putri mengambil pengalaman hidup yang sulit dan menuangkannya dalam sebuah lagu.

Tak perlu khawatir, ku hanya terluka
Terbiasa 'tuk pura-pura tertawa
Namun bolehkah sekali saja ku menangis?
Sebelum kembali membohongi diri

Kalo kata pakar hubungan, Susan Winter, bahwa dengan mendengarkan lagu-lagu sedih justru bisa membantu kita untuk bangkit dan kuat menghadapi kehidupan. Winter bilang, merasakan hikmah dari kesedihan yang kita alami juga bisa membantu kita lebih tenang dan lebih mudah beranjak ke babak baru.

“Dengan mendengarkan lagu-lagu yang positif dan gembira, kebahagiaan pun akan meningkat,” ujarnya.

Jadi tau kan kenapa kalau nonton konser itu bisa sampai nangis dan sedih beneran, padahal kalau dipikir secara logika, nonton konser itu sangat menguras tenaga. Apalagi buat kaum rakyat jelata yang hanya bisa membeli tiket dengan harga murah ratusan ribu dapat bagian berdiri selama acara, bahkan bisa 2 sampai 3 jam.Tapi justru hal itu yang membuat suasana konser lebih hidup, konser hanya duduk saja tidak cocok untuk anak muda seperti saya, Bung! Yang begitu mendengar musik langsung pengen joget dan ikutan nyanyi.

Muhamad Irfan Kusbiantoro

Mahasiswa biasa saja yang tidak terkenal.