Macam-Macam Awalan Kata Mak Bagi Orang Kediri

iNews

Penulis:        Alwim Irwanto
Editor:         Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net - Kata "mak" dalam KBBI adalah ibu, begitupun dalam bahasa jawa, kata "mak" artinya memang ibu. Tapi bila kata mak diposisikan jadi awalan, arti katanya bisa berbeda. Dialek gaul yang biasa dipakai orang orang Kediri dan sekitarnya ini memang unik. Gimana tak unik, kata "mak" yang artinya ibu, bisa diartikan beda di kota yang terkenal dengan tahu taqwanya.

Awalan "mak" dalam bahasa kediri-an bisa dikatakan sama dengan melebih-lebihkan dalam bahasa Indonesia, atau hiperbola. Akan tetapi, tidak semua kata bisa diawali dangan kata ini. Berikut kata gaul kediri-an yang sering diawali dengan kata mak:

MAK PLENGEH
Mak plengeh disini bukan nama orang lo ya. Ini adalah kata untuk menggambarkan kegiatan orang yang ujug-ujug melebarkan bibir dan memamerkan giginya seolah tersenyum lebar. Plengeh sendiri memang artinya senyum dalam arti, ehhmm, tak diharapkan.

Mak plengeh memeng kegiatan yang sering tidak diharapkan bagi yang melihat. Mengapa tidak diharapkan, kan senyum ibadah. Memang iya ibadah, tetapi beda halnya kalau ujug-ujug senyum. Hmm kan jadi ngeri.

Contoh kata-katanya seperti ini, "Saya jalan-jalan lalu ketemu seorang perempuan cantiknya sundul lagit. La kok ujug-ujug mak plengeh, tertinggal sambal di giginya."

MAK BHEDUNDUK
Kata berawalan mak satu ini mungkin sudah sering kita rasakan di film-film horor di manapun. Bheduduk sendiri artinya situasi di mana sesuatu muncul tiba-tiba. Bila ditambahi mak di awal katanya, anda bisa banyangkan betapa tiba-tibanya sesuatu itu.

Penggunaan kata ini juga sering disematkan pada seorang teman yang sangat lama tak muncul (mungkin takut ditagih utang) tiba-tiba hadir tanpa kabar. "Kowe nyang endi ae, kok mak bendunduk ko kene." mungkin seperti itu kalimatnya.

Selain itu, mak bhedunduk juga bisa digunakan di saat sesorang lama tak memberi kabar. Misal, si mantan mak bhedunduk chat WA tanya kabar. Alahkah bahagia hati ini yang lagi sepi tiba-tiba ditanya kabar.

MAK TRATAP
Beda halnya dengan satu kata ini, tratap bisa dibilang dimana kondisi yang tidak nyaman sesorang setelah melawati kejadian tertentu. Jantung seolah berdebar, dan merasa tidak percaya. Memang kata ini menggambarkan kondisi antara kaget dan seoalah tak percaya atas suatu kejadian yang baru dialami

Situasi tratap dan bhedunduk hampir sama dalam kegiatanya. Tapi tratap adalah kondisi yang dialami secara pribadi. Salah satunya bila anda melihat pacar anda bergandengan tangan dengan laki laki lain. Mak tratap ati iki.

Kekagetan antara tratap dan bhedunduk memang berbeda. Bila dilihat dari kadarnya memang lebih berat mak tratap. Karena kata satu ini memang menggambarkan kondisi yang tak pernah terbayangkan.

MAK BHUK
Bhuk sendiri adalah kata yang diserap dari bunyi. Memang pembendaharaan kata dalam bahasa jawa banyak mengadopsi bunyi-bunyian. Contoh saja buah nangka yang jatuh ketanah, bunyinya bhuk.

Akan tetapi dialek ini tidak selalu menggambarkan sesuatu yang jatuh dan menimbulkan bunyi. Contoh saja ada orang terjatuh dari pohon, situasi ini bisa digambarkan dengan mak bhuk. Apa lagi kalau yang jatuh dalam kondisi parah, pasti dalam penyampaian beritanya bertambah 'MAK BHUUWOOK'.

MAK BRES
Kata bres keluar hanya dalam musim penghujan saja. Karena apa? Ya karena bres diambil dari suara hujan. Ya, kembali lagi suku kata yang mengambil dari suara yang dihasilkan.

Mak bres adalah kondisi yang tiba-tiba turun hujan. Di mana tak ada persiapan apapun. Seperti saja jemuran yang se-ambrek masih harus diambil karena datang hujan mak bres.

Kata mak di Kediri memang unik. Di sini mak juga familiar digunakan utuk memanggil ibu seperti halnya daerah lain. Tapi bila sudah menjadi awalan, berbeda lagi artinya.

Alwim Irwanto

Saya merupakan seorang yang tertarik dengan dunia tulis menulis. Walaupun saya masih dalam tahap belajar, saya sangat senang mempelajar hal-hal baru. Selain itu, saya juga pesepakbola paruh waktu, paruh waktu yang lain untuk keluarga.