Ciri-Ciri Fake Friend yang Harus Kamu Sadari

Mikhail Nilov on Pexels

Cangkeman.net - Persahabatan adalah sebuah ikatan yang dibangun karena kasih sayang dengan orang terdekat kamu. Biasanya ikatan persahabatan dibangun bersama teman. Namun, yang perlu kamu sadari adalah tak sembarang teman bisa jadi sahabat, loh!

Banyak di era sekarang dari kamu tidak menyadari hal ini. Orang yang mengaku teman dan sahabat sangat banyak. Tetapi, yang benar-benar murni dari hati bisa jadi nihil. Agar kamu tidak gampang tertipu dengan topeng semacam ini, berikut adalah ciri-ciri fake friend yang harus kamu sadari.

1. Datang Ketika Butuh Saja
Sudah jadi langganan. Ketika dia membutuhkan bantuan kamu, dia akan datang kepadamu. Dia akan meminta bantuan kamu seperti teman kamu yang lain. Akan tetapi, setelahnya ia malah meninggalkanmu.

Ia hanya menganggapmu ada ketika ia sedang 'butuh'. Setelah ia tidak butuh lagi, ia akan membuat kamu merasa tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini. Itulah ciri pertama yang harus kamu sadari.

2. Dia Adalah Toxic
Teman tapi toxic. Ia mengaku teman kamu, padahal sebenarnya ia menjadi racun atas tiap cita-cita dan harapan kamu. Seringkali ia memberi kamu saran yang membuatmu berpikir dua kali untuk mendengarnya.

Namun, saat toxic friend ini terus dibiarkan, mereka akan mengganggu pikiran kamu. Bahkan parahnya mereka sering membuatmu merasa insecure. Sayangnya mereka tak menyadari jika berperan sebagai racun. Sehingga, ada baiknya kamu menghindari orang seperti ini.

3. Ia Seperti Bertopeng
Topeng di sini diartikan sebagai wajah kedua yang ia tampakkan kepada kamu. Saat kamu merasakan bahwa temanmu sedang bertopeng, maka ia kerap memainkan peran yang ia atur sebelumnya.

Terlepas dari itu, orang yang akrab kita sebut bermuka dua ini lebih banyak membicarakanmu di belakang. Mereka mengaku sahabat, tetapi di belakangmu ia adalah musuhmu. Untuk itu, kamu harus berhati-hati.

4. Lebih Banyak Bicara daripada Mendengar
Ciri-ciri teman palsu yang selanjutnya adalah ia lebih suka berbicara. Ketika diajak mendengar keluh kesahmu ia akan bodo amat pada hal tersebut. Padahal, kamu sedang butuh bahu untuk bersandar.

Ketika kamu membutuhkan telinga yang siap mendengar. Sayangnya, ia lebih suka menggunakan lisannya daripada mendengar kamu. Namun, di sisi lain fake friend ini membuat kamu terpaksa mendengar dia.

5. Hilang di Masa Tersulitmu
Kamu bisa melihat siapa yang ada dan yang tidak pada masa tersulit kamu. Namun, jangan mudah beranggapan bahwa temanmu adalah fake friend. Bisa jadi mereka benar sibuk atau memiliki urusan penting jangka panjang.

Teman yang benar tulus, mereka akan menghubungimu. Sekalipun untuk keperluan yang tidak penting. Kabar darimulah yang paling ia tunggu-tunggu. Jika tidak ada kabar dari kamu, ia merasa harinya hampa.

Selain hal di atas, kamu bisa tahu apakah temanmu fake friend atau tidak dari cara dia memperlakukan kamu. Jika kamu kerap mendengar ia mengatakan hal yang buruk padamu, dalam artian tidak bercanda, bisa jadi dia orang yang memiliki sifat toxic.

Seharusnya, dalam pertemanan dibumbui rasa pengertian satu sama lain. Kepercayaan harus dibangun dengan kuat. Tak hanya itu saja, tapi juga komitmen untuk saling bersahabat jangka panjang.

Dita Dwi Cahyani

Mahasiswi UIN Sunan Ampel, Berdomisili di Lamongan, Jawa Timur. Beberapa karyanya pernah dimuat di media sosial dan koran. Saat ini ia tengah menekeuni pekerjaan dan hobbinya menjadi content writer.