Pengalaman-Pengalaman Unik Menjadi Seorang IT Support

Christina Morillo on Pexels

Cangkeman.net - Sebagai orang yang memiliki ijazah SMK dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan atau TKJ, tentu pilihan utama kerjanya adalah hal-hal yang berbau komputer atau jaringan. Nah saya termasuk dari lulusan SMK TKJ ini sejak lulu sudah tercemplung di dunia komputer jaringan.

Sebagai seorang fresh graduate, biasanya orang yang berkecimpung di dunia IT ini akan menempati posisi di bagian IT Support, posisi yang pada dunia per-IT-an adalah kasta terbawah. Bukannya merendahkan, namun seorang support memang tugasnya enggak terlalu susah-susah amat. Intinya dia harus selalu sedia setiap saat ketika perangkat IT yang dipakai karyawan dari komputer, printer, hingga email karyawan itu bermasalah. Nah kalau yang bermasalah skalanya lebih besar seperti menyangkut server perusahaan itu bukan urusan seorang IT Support lagi.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, IT Support adalah posisi awal dari seorang yang berkecimpung di dunia IT, yang kemudian bisa merambah ke langkah berikutnya seperti menjadi Network Engineer, NOC, atau beralih ke bidang pemrograman juga bisa.

Eh tapi tidak seperti kebanyakan orang, saya justru terlalu nyaman di dunia IT Support hingga selama 5 tahun masih menjadi seorang IT Support. Hanya 1 tahun kebelakang ini saya pindah haluan menjadi seorang Quality Control dan malah bulan depan akan kembali lagi menjadi IT Support hahaha.

Banyak yang heran sih kenapa aku betah sekali menjadi IT Support. Selain sering dianggap kelas bawah, posisi ini bisa dibilang posisi yang gajinya paling kecil juga di dunia IT. Tapi saya punya alasan sendiri kenapa saya bahagia di dunia IT Support ini. 

Karena IT Support pekerjaanya berhadapan langsung dengan perangkat IT yang digunakan oleh pengguna, otomatis saya juga harus terlibat langsung dengan penggunannya dong. Nah interaksi antara aku dan para pengguna yang juga karyawan tempat aku bekerja itulah yang menjadi kenyamanan tersendiri. Ada banyak cerita hal-hal unik yang membuat saya kadang tertawa, kesal, hingga bingung. Beginilah beberapa pengalaman unik yang saya rasakan selama menjadi seorang support.

1. Gajadi Mas
Setiap saat seorang IT Support harus siap sedia ketika ada panggilan. Kalau kita bilang mah siaga 247, siaga 24 jam 7 hari non stop. Kalau lagi tidur terus harus datang ke kantor karena masalahnya harus dikerjakan saat itu juga yahh mau enggak mau harus ke situ walaupun jam 1 malam sekalipun. Yahh yang begini sih biasanya jarang yah. Tetap yang sering yah panggilan di waktu jam kerja, karena penggunanya lebih banyak.

Masalahnya, kadang ada pengguna yang aneh-aneh. Kita dipanggil ke tempat duduk mereka karena ada masalah, eh pas kita samperin ternyata masalah tersebut ternyata sudah bisa mereka atasi. 

Begini loh, kadang dari ruangan kita nih yah ke tempat pengguna itu jaraknya enggak dekat, kadang harus naik turun tangga atau lift, melewati beberapa ruangan, harus permisi sana-sini taku menganggu orang kerja. Mbok yah kalau ada masalah coba benerin sendiri dulu, kalau sudah enggak bisa baru panggil kami yah. Jangan panggil kami lalu pas kami sudah di tempat eh dengan santai si pengguna bilang, "Gajadi mas."

2. Belum Dicolok
Sebenarnya ini mirip-mirip dengan kejadian yang pertama. Bedanya kalau yang pertama adalah saya belum bersentuhan dengan perangkat masalah selesai, yang ini saya harus bersentuhan dengan perangkat namun seharusnya saya tidak harus menyentuh itu.

Misal begini, kursor pada komputer pengguna ternyata enggak bisa digerakin. Saya sebagai IT Support dipanggil kan. Ternyata pas saya cek sampai sana, eh mouse atau tetikus dia belum dicolok ke komputer. Kan, Jancuk!

Maksud saya yah dicek dulu gitu loh ini kenapa ga gerak gitu.

3. Reset Password Email
Setiap perusahaan pasti memiliki email perusahaan masing-masing. Biasanya setiap karyawan memiliki satu akun email untuk berkomunikasi di pekerjaan. Nah tukang setting email ini biasanya dipercayakan kepada saya sebagai IT Support. Dari nama email-nya sampai passwordnya kita buat lalu kita informasikan kepada pengguna atau karyawan yang akan memakai email tersebut. Tujuannya kalau mereka mau setting email tersebut di perangkat lain seperti pada telepon genggam merekea, mereka tinggal masukin tuh email dan passwordnya.

Kalau sewaktu-waktu mereka lupa password email mereka yah kami tim support akan me-reset atau membuat ulang password tersebut melalu server, lalu kami informasikan kembali kepada pengguna password yang baru.

Nah pernah kejadian ada pengguna yang minta reset password email kepada saya. Setelah saya cek nama dan divisinya, saya reset password email-nya tuh. Eh kata dia masih belum bisa masuk dengan password yang saya kasih. Saya otak-atik di perangkat saya padahal bisa. Bingung dong saya.

Kemudian setelah saya cek ke penggunanya langsung, eh ternyata dia minta reset password email pribadi dia yang pake Gmail gitu. Yah mana bisa atuh, saya kan bisa mereset email perusahaan karena akses servernya saya yang pegang. Kalau email Gmail itu kan servernya yah Google, yahh mana bisa saya reset servernya Google.

4. Komputer Lemot
Ini juga sering saya temui nih. Kasus komputer lemot.

Jadi begini, kadang ada pengguna yang mengeluh komputernya lemot alias lama memproses program untuk bekerja sehingga saya harus mengecek laptopnya. Ketika saya cek saya juga harus mengintrogasi penggunanya tentang aplikasi apa saya yang biasanya digunakan. Dari situ saya bisa tau ini komputernya yang perlu di-upgrade atau ada hal yang tidak diapakai yang harus saya hapus di komputer, atau bagaimana.

Biasanya kalau komputernya perlu di-upgrade saya sarankan untuk mengajukan surat ke atasannya dengan rekomendasi dari tim IT untuk pergantian komputer.

Masalahnya adalah, kadang pengguna malas mengurus hal-hal seperti itu. Jadi akhirnya mereka enggak mengurus tapi sedikit-sedikit manggil tim IT Support kalau mengalami lemot lagi pada komputernya. Ibarat orang udah dikasih resep sama dokter eh obatnya enggak dibeli, tapi terus pergi ke dokter itu ketika sakit. Ini kangen sama orang IT Support-nya atau emang mau ngerjain kita aja sih.

5. Masalah Pribadi
Ini mirip-mirip sama yang nomor 3 sih. Tapi kalau yang nomor 3 itu biasanya emang pengguna enggak paham kalau email pribadi dan email kantor itu servernya berbeda, kalau ini memang tau yang mereka ajukan adalah permasalahan pribadi.

Permasalahan pribadi mereka sih emang enggak jauh dari hal-hal IT sih. Cuma yah kadang aneh aja kenapa harus minta tolong ke tim IT Support di kantor. Kaya misalkan minta tolong hack akun instagram pacarnya, hack akun ojek mereka biar banyak penumpang, sampai minta tolong biar selalu menang main slot. Kan aneh yah.

Tapi yah begitulah tipe-tipe manusia. Di era yang digemborkan sebagai era digital ini, nyatanya masih banyak dari kita yang masih gagap teknologi meskipun terkadang sehari-harinya menggunakan teknologi.

Orang-orang teknologi yang langsung berhadapan dengan mereka seperti IT Support di kantor inilah semestinya memberikan edukasi-edukasi dan pemahaman secara perlahan, tidak menjatuhkan, dan riang gembira.

Enggak masalah kamu berada di kasta terendah dalam dunia IT, tapi kamulah bagian penting dalam revolusi digital saat ini. IT Support menjadi bridge agar revolusi digital berjalan secara menyeluruh dan merata. Enggak masalah juga kalau client minta yang aneh-aneh yang kadang bahkan ga ada hubungannya sama IT kaya betulin colokan listrik gitu.

Tetap membumi para IT Support seluruh nusantara. Kalau lagi enggak ada panggilan jangan nonton Youtube aja. Nontonnya yang bermanfaat kalau bisa untuk upgrade skill kamu. Kalau kamu betah seperti saya menjadi IT Support yah gak masalah. Tapi kalau kamu betah skill kamu di situ-situ aja yah itu masalah.