Tipe-tipe Pembaca Buku

Leah Kelley on Pexels

Cangkeman.net - Membaca buku merupakan aktivitas yang kini banyak diminati, entah itu karena memang sudah terbawa kebiasaan sejak dini, terpengaruh kawan-kawan sekitar, atau sekadar ingin bercita-cita menjadi bookstagram. Intinya sekarang membawa buku di mana-mana bukanlah hal yang aneh lagi. Begitupun dengan kebiasaan orang-orang dalam membaca buku yang kian beragam. Setelah dengan kegabutan yang hakiki meneliti dunia perbukuan, setidaknya ada beberapa tipe orang seperti ini yang saya temui di sekitar dalam kaitannya membaca buku.

1. Pembaca Kilat
Tipe yang pertama adalah pembaca kilat. Kecepatan mereka dalam membaca sebuah buku bahkan melebihi abang-abang kurir paket yang ekspedisinya mempunyai slogan express. Tipe pembaca kilat pun sebenarnya ada dua jenis, yang pertama mereka memang memiliki kemampuan membaca yang cepat karena sudah terbiasa dengan aktivitas membaca, pembaca kilat kedua adalah mereka yang ketika membaca memang hanya mengambil poin-poin penting isi yang ada di buku, sat set gitu lah. Tidak heran, bagi pembaca kilat menyelesaikan novel setebal lebih dari 400 halaman dalam waktu kurang dari tiga hari itu bukan hal aneh.

2. Tukang Spoiler
Bagi sebagian besar orang, tukang spoiler ini memang agak menyebalkan, baik di dunia film maupun perbukuan. Tom Holland contohnya yang sering diwanti-wanti kawan Avengers-nya setiap ada wawancara, karena kebiasaan dia yang suka keceplosan memberi spoiler. Tukang spoiler di dunia perbukuan ini juga super bocor, saat diminta menjelaskan garis besar bukunya dia malah bablas menceritakan tentang isi buku secara lengkap dari awal sampai akhir. Tukang spoiler di perbukuan memang lebih antusias daripada di film, bayangkan saja siapa yang tidak excited saat diminta menjelaskan hal yang diminati. Pernah saya dikasih spoiler oleh teman yang menjelaskan isi buku full 2 jam nonstop beserta dialognya yang dia hafal di luar kepala. Meskipun bagi saya orang-orang yang hobi spoiler tersebut justru menjadi berkah tersendiri, karena disitulah saya bisa memutuskan untuk membaca bukunya atau tidak.

3. Penimbun
Tidak hanya bapack-bapack pejabat yang suka bikin huru-hara terkait kasus penimbunan minyak goreng, rakyatnya juga demikian. Bedanya, penimbunan ini lebih beradab karena tidak merugikan siapapun, ya jelas tidak merugikan toh yang ditimbun adalah buku. Betul kawan-kawan, dari sekian tipe pembaca buku pasti terdapat tipe orang yang suka menimbun. Mereka hobi berkeliling toko buku kemudian membeli berbagai buku yang menurutnya menarik, hobi juga scroll aplikasi belanja online dan check out sana-sini saat melihat buku lucu. Entah buku-buku tersebut kapan akan dibaca itu urusan belakangan, yang penting beli saja dulu daripada keburu ditarik dari peredaran dan susah didapatkan.

4. Poligami
Nah ini yang saya tidak habis pikir. Kok ya ada orang yang bisa membaca buku lebih dari satu di waktu yang sama? Tapi sungguh spesies seperti itu memang sering saya temui di lingkup teman-teman saya yang suka membaca. Mereka akan membaca buku lain saat buku yang sebelumnya belum mencapai garis finish, dalam artian poligami di dunia perbukuan. Bahkan tidak hanya dua, mereka bisa membaca tiga sampai empat buku tanpa menunggu salah satunya tamat. Pertanyaan yang menggangu pikiran saya saat melihat orang-orang seperti itu adalah, apakah mereka tidak bingung menyinkronkan cerita dari setiap bukunya? Bisa jadi nanti konfliknya tertukar antara buku yang satu dengan lainnya. Coba yang merasa setipe dengan pembaca yang hobi membaca banyak buku sekaligus, jelaskan kebingungan saya itu.

5. Pembuat Konten
Tipe pembaca buku yang ini juga terbagi menjadi dua, ada yang membuat konten karena merasa perlu membagikan pengalaman terkait betapa bagusnya isi buku tersebut, dan mereka yang hanya ingin pencitraan di sosial media tanpa tahu pasti buku-buku yang mereka posting. Untuk tipe pembuat konten yang pertama ini memang saya akui luar biasa, dengan membagi pengalaman dan review buku tersebut, beserta poin plus apabila buku tersebut dipotret secara aesthetic, akan banyak orang yang tertarik untuk membaca buku, peringkat Indonesia sebagai negara yang memiliki minat baca pun akan sedikit bisa diperbaiki. Untuk tipe yang kedua ini sakarepmu lah, baca buku engga, hobi baca juga nggak tau, tapi suka upload foto buku atau di toko buku walaupun tidak memahami isi buku yang mereka unggah di sosial media. Istilah keren jaman sekarang dinamakan flexing.



Yunita Devika Damayanti

Pelajar paruh waktu yang mencintai sepak bola