Tengu, Momok Menakutkan Bagi Anak Kecil

Kompas

Cangkeman.net - Tengu merupakan hewan parasit yang sering hinggap di tubuh manusia, terutama pada anak-anak. Tengu berukuran sangat kecil sekali, dan berwarna merah. Ia hidup di tanah yang lembab.

Sepanjang pengalaman, saya tidak pernah menemukan kasus tengu hinggap di orang dewasa, tetapi hinggap di anak-anak. Hal tersebut dikarenakan anak-anak sering bermain kotor-kotoran. Acapkali para orang tua menakuti anak mereka agar tidak bermain kotor-kotoran dengan mengucapkan "Jangan bermain kotor-kotoran, nanti digigit tengu."

Pada manusia, umumnya tengu akan hinggap di sekitar kemaluan anak laki-laki. Lalu menimbulkan bentol merah dan gatal di sekitar titik hinggapnya. Apabila tengu tersebut tidak segera diatasi, mengakibatkan bentol merah semakin besar, dan rasa gatal akibat tengu sangat menyiksa. Itu sebabnya tengu merupakan momok menakutkan bagi anak kecil.

Sewaktu kecil, saya termasuk anak yang sering dihinggapi oleh tengu. Karena memang saya sering bermain di kebun, sawah, kolam ikan, pokoknya main di tempat-tempat yang kotor lah.

Cara yang saat itu saya lakukan untuk mengeluarkan tengu dari kulit sekitar kemaluan adalah dicungkil dengan menggunakan oman (merang padi). Cara ini cukup manjur ketika jumlah tengu yang hinggap di sekitar kulit kemaluan sedikit, tetapi jika banyak saya tidak menyarankan menggunakan oman.

Pernah suatu hari ketika umur saya 6 tahun, kulit sekitar kemaluan saya dihinggapi oleh banyak tengu. Ini bermula ketika saya bermain di sekitar kandang sapi, baru kemudian ketika malam hari saya merasakan gatal yang luar biasa di sekitar kulit kemaluan. Sampai timbul bentol merah cukup besar, dan banyak.

Kalau biasanya saya menggunakan oman untuk mencungkil tengu, tetapi dalam kejadian tersebut sangat sulit untuk menggunakan oman. Saya pun hanya bisa pasrah, sambil berharap agar rasa gatal tersebut bisa hilang. Maka kemudian saya memberanikan diri untuk lapor kepada ibu saya terkait tengu tersebut, karena saking gatalnya. Tentu saja saya terkena omelan dari ibu karena main di kebun dekat kandang sapi.

Kemudian ibu memberikan saya minyak tanah, dan menyuruh saya untuk mengoleskan minyak tanah di kulit yang gatal. Awalnya perih, tapi lama kelamaan rasa gatal akibat tengu tersebut hilang.

Ternyata kejadian tersebut tidak hanya dialami oleh saya, tetapi juga salah satu teman bermain saya yang bernama Apik. Tengu yang hinggap di sekitar kulit kemaluannya sangat bandel, menggunakan minyak tanah rasa gatalnya tidak reda. Lalu ganti menggunakan apu (kapur) dicampur menggunakan minyak tanah juga tidak bisa meredakan rasa gatal. Begitu juga dengan salep, rasa gatalnya malah semakin menjadi-jadi.

Keesokan harinya oleh orang tuanya, Apik pun dibawa ke dokter kulit. Mendengar kabar tersebut saya merasa prihatin atas apa yang dialami oleh Apik. Lain halnya dengan Apik, teman bermain saya yang bernama Irkham cukup hanya dengan permen karet untuk mencungkil tengu. Saya, Apik, dan Irkham ini merupakan tiga sekawan, sering bermain bersama.

Malam berikutnya rasa gatal di sekitar kulit kemaluan saya kembali datang, bentol merah kembali bermunculan. Lalu saya kembali mengoleskan minyak tanah, tetapi minyak tanah tidak ampuh juga. Teringat cara yang dilakukan oleh Apik yaitu mencampur minyak tanah dengan apu, maka saya memberanikan diri keluar rumah pada malam hari untuk mencari apu di samping rumah. Ternyata cara tersebut juga tidak manjur.

Lalu saya kembali lapor kepada ibu, iya pun memberikan saya salep caladine. Ia pun sambil berucap jika salep caladine juga tidak ampuh, mau tidak mau saya harus mau ke dokter kulit. Tentu saja saya takut, karena saat itu saya takut dengan yang namanya jarum suntik. Tetapi untungnya salep caladine ternyata begitu ampuh, rasa gatal, dan bentol merah seketika hilang.

Begitulah pengalaman dihinggapi tengu, hewan yang menjadi momok menakutkan bagi anak kecil. Terdapat kepercayaan di antara anak-anak kecil di desa saya saat itu, bahwa tengu tidak berani hinggap pada anak yang sudah disunat.


Malik Ibnu Zaman

Penulis lepas. Dapat ditemui di Instagram @malik_ibnu_zaman