Sebelum Tunggal Ika, Terbiasalah dengan Bhinneka

navigasibisnis.com

Cangkeman.net - Saya rada sedikit skeptis ketika ada orang-orang yang teriak-teriak tentang persatuan segala macam tapi di waktu yang lain mereka mempermasalahkan tentang perbedaan. Padahal, persatuan tidak akan tercipta tanpa adanya perbedaan. Gimana mau ada persatuan, apa yang mau disatukan kalau tidak ada yang beda?

Kerapkali kita hanya menganggap perbedaan itu seperti perbedaan budaya, suku, agama, dan ras. Padahal inti dari perbedaan sebenarnya adalah di kepala, perbedaan pikiran. Budaya, suka, agama, ras dan segala macamnya itu adalah hasil dari pikiran-pikiran manusianya. Kalau kita tidak dapat menerima perbedaan pikiran, maka omong kosong kita dapat menerima perbedaan lainnya.

Maka tidak heran jika ketua salah satu lembaga yang katanya mengurusi tentang Pancasila yang di mana Pancasila jika kita peras itu menjadi Bhinneka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetap satu jua justru gagal paham tentang arti tunggal ika dan menganggap yang namanya tunggal ika itu menjadi sama, menjadi seragam.

Ini bukan hal yang baru sebenarnya di negara kita. Sejak era Bung Besar berkuasa kita kerapkali dipaksa untuk diseragamkan. Lalu Bapak Enak Jamanku juga demikian dengan asas tunggalnya dan penyeragaman berbagai hal dari kurikulum hingga pakaian. Hingga era reformasi ini juga kita selalu dicoba untuk diseragamkan. Menurut saya alasannya sederhana, segala sesuatu yang seragam memang lebih mudah diatur dan cara memimpin masyarakat yang paling mudah yah memimpin masyarakat yang seragam. Tapi apakah dengan cara itu akan menjamin kesejahterahan masyarakat? Belum tentu.

Kita semua paham dan mahfum adanya bahwa perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Tapi sebagai makhluk hidup juga kita secara natural akan menolak seagala sesuatu yang berbeda. Maka demi keberlangsungan hidup orang banyak, kita mulai belajar untuk menerima perbedaan. Karena jika kita tidak dapat menerima perbedaan, maka orang lain juga pasti menganggap kita berbeda dan mereka juga tidak akan menerima kita. Maka akhirnya terciptalah berbagai macam pemikiran agar kita dapat menerima perbedaan, salah satunya konsep Bhinneka Tunggal Ika Ini.

Jadi kalau kita mau urutkan yah kita memang berbeda dulu, tapi di lain sisi kita secara natural akan menolak perbedaan nah di sisi lain kita harus menerima perbedaan agar kita tetap hidup. Jadi sebelum kita menerima perbedaan, kita harus paham dulu bahwa kita berbeda dan enggak mungkin disamakan. Yang memugkinkan itu bagaimana mengelola perbedaan menjadi tunggal ika. Tunggal ika itu bukan kita menyamakan satu dengan yang lain, tapi kita menyadari ada kesamaan dalam banyak perbedaan. Contohnya yah sama-sama berbeda.

Dengan kita mengetahui kalau kita sama-sama berbeda kita dapat lebih mengharagai perbedaan tersebut. Jika hal itu dilaksanakan secara kolektf, barulah akan tercipta Tunggal Ika.