Nastar


Sebuah nastar yang introvert
di dalam toples ia ngumpet

Berlindung,
dari mulut beracun yang penuh siung
Sebab hatinya nan selembut tepung
kerap pecah berkeping saat komentar datang merundung

Entah kurang manis, kemanisan
atau kebanyakan selai nanas
Ada saja yang selalu kurang pas

ia tak pernah cukup baik bagi mulut-mulut yang buas

Di dalam toples yang berhiaskan
berbagai macam kecemasan,
ia bertanya, “Kapan hari raya bisa benar-benar menyenangkan?”

....

Bagi nastar, silaturahmi hanyalah momen konversi
menjadi jigong yang menyelip di banyak gusi

....

Kelak saat nastar menjadi karang gigi,
ia akan berbalas budi,
membuat ompong
orang-orang yang suka sombong

Bojonegoro, 2022


Galih Agus Santoso

Anak teknik yang cinta sastra. Bisa diajak kenalan di instagram dengan akun @santosoogalih..