Menjadi Good Looking Itu Menyenangkan? Tunggu Dulu!

Pixabay on Pexels

Cangkeman.net - Meski penampilan menarik gak selalu soal ganteng dan cantik, nyatanya, kita sering menjuluki orang-orang ini dengan sebutan “good looking”. Deretan manusia dengan wajah yang relatif diakui cakep, cenderung dianggap beruntung dalam beberapa aspek kehidupan. Dari mulai lingkup pekerjaan, pertemanan, dan tentunya perihal cinta.

Tapi kamu tau gak sih? Ternyata, punya tampilan fisik yang good look gak selalu menyenangkan. Adakalanya—dalam beberapa situasi, mereka menghindar dari julukan “berparas rupawan”. Ah, masa sih?

Pertama, gak bisa dipungkiri bahwa hampir semua orang suka liat cewek maupun cowok bertampang rupawan. Hal ini jelas berlaku juga di lingkungan kerja. Tapi, meskipun disenengin banyak rekan sekantor, gak semua pekerjaan mengedepankan paras. Kalopun ada, kinerja tetep jadi nomor satu, dong?

Nah, di sinilah yang membuat beberapa kaum good looking merasa gak diakui kerja kerasnya. Mereka dianggap cuma mengandalkan muka buat menarik perhatian atasan, senior, ataupun konsumen. Sedangkan kinerjanya dianggap nihil. Oke, garis bawahi dulu temen-temen, gak semua manusia menganggap begitu ya, wkwk.

Lalu di lingkungan kampus. Kalo kamu punya penampilan menarik, niscaya banyak yang berusaha berteman di hari pertama ngampus. Sebelum orang-orang mengenal seperti apa diri kamu, apa yang terlihat udah mencuri perhatian lebih dulu. Bahkan beberapa mahasiswa kelas lain mungkin bisa mengenal nama kamu. Padahal kamu sendiri gak tau siapa mereka. Ini ngomongin soal awal pertemuan, ya.

Setelah cukup mengenal, ada kemungkinan kamu dijauhin karena punya sisi yang ternyata gak seirama sama mereka. Belum lagi, punya wajah oke bikin kamu disebut beruntung bisa dikenal dosen dan para senior. Kamu pun ngerasa relasi yang terjalin, semata-mata hanya berdasarkan penampilan.

Untuk urusan cinta, orang cakep seolah gak boleh sembarang memilih. Banyak yang mencemooh kalo kamu punya pasangan yang dianggap punya wajah “gak sepadan”. Ini kenyataan dan kerap terjadi, loh! Bahkan pasangan kamu sendiri bisa kabur karena terus diserang mundur oleh komentar miring.

Di tempat umum sendiri, sebagian masyarakat mungkin gak bakal terlalu acuh dengan orang asing yang minta pertolongan kecil. Tapi beda cerita kalo orang asing ini berwajah cakep. Selain ditolongin, masyarakat juga lebih ramah dan memerhatikan kamu. Kesannya jadi lebih dihargailah ya … meski sama-sama ditolongin, beda di cara perlakuannya aja gitu, heuheu. Memang gak semua, tapi perlakuan spesial ini pasti pernah dirasain sama kaum good looking.

Selain relasi dan cara perlakuan yang memiliki suka-dukanya tersendiri, kamu punya kelebihan di mana orang good looking cocok dipakein apa aja. Iya, rata-rata orang cantik-ganteng itu selalu bagus berbusana apa pun. Bahkan, pakaian compang-camping aja bisa keliatan trending.

Itu dia ulasan yang saya rasa dialami oleh kebanyakan orang berparas rupawan. Kira-kira, kamu sendiri pernah ngalamin gak, nih? Coba tambahin dong, wahai orang-orang good looking:)



Thiara

Lagi fokus mempelajari alur plot twist! Aktif menulis berbagai genre dan ragam sastra serta membuat ilustrasi bergaya abstrak. Puan berdarah Sunda-Sumatera ini bisa ditemui pada Instagramnya @thiara.yhiara.