Panduan Merawat Buku Pinjaman

Blaz Photo on Unsplash


Cangkeman.net -Pilihan meminjam buku kepada teman memang sebuah solusi yang paling baik saat para pencinta buku sudah penasaran sampai ke ubun-ubun ingin membaca isi buku idamannya namun belum memiliki uang untuk membelinya sendiri. Disebut solusi paling baik, karena meskipun meminjam buku adalah aktivitas yang terlihat seperti tidak mau modal, setidaknya itu jauh lebih baik daripada memaksakan diri untuk membeli buku atau e-book yang diedarkan secara ilegal alias bajakan. Jadi beruntunglah kalian yang masih mempunyai segelintir teman yang dengan rela meminjamkan koleksi bukunya. Dari situ pula sebagai peminjam, hendaklah untuk tau diri dan mengerti bagaimana etika dalam pinjam meminjam di dunia perbukuan. Ini penting karena untuk menghindari kejengkelan si pemilik buku, karena hal yang wajar apabila pemilik buku merasa kesal jika sudah mah dipinjamkan, tapi berbuat semaunya. Ini dia tipsnya.


1. Jangan Membuat Notasi pada Buku
Sepele namun rawan dilakukan tanpa sengaja, karena terlalu menghayati isi dalam buku, atau menemukan quotes yang bagus dan layak diabadikan, pencinta buku pastinya ya luput memberikan notasi atau tanda pada kutipan yang menurutnya menarik, bisa dengan menggunakan stabilo, pulpen, pensil atau sesimpel melipat ujung halaman buku. Apakah itu dilarang? Tentu tidak, asal dilakukan pada buku milik sendiri, bukan buku hasil meminjam. Untuk menyiasatinya bisa dengan memotret dengan ponsel pada kutipan yang sekiranya menarik, kalian bisa menyimpannya selalu dan membagikan kutipan tersebut kapan saja tanpa merusak isi buku yang dipinjam.

2. Perlakukan Sebaik Kita Menjaga Buku Milik Sendiri
Tentu kita tak akan rela jika melihat buku-buku yang kita koleksi diperlakukan tidak benar, seperti meletakkannya di sembarang tempat, diduduki atau dilempar-lempar. Sama juga dengan teman kita yang meminjamkan bukunya, ia pun berharap agar buku yang dipinjamkannya bisa dijaga dengan baik. Meletakkan buku di sembarang tempat sangat rawan hilang, iya kalau buku tersebut bisa kita ganti dengan uang atau buku sejenis, namun apabila bukunya termasuk koleksi langka di pasaran menghilangkan buku pinjaman akan menjadi masalah yang cukup serius.

3. Tidak Menyentuh dalam Keadaan Kotor
Hal ini juga sifatnya sangat mendasar, akan tetapi penting untuk diperhatikan. Usahakan saat akan membaca, kondisi telapak tangan dalam keadaan bersih. Hindari membaca sambil makan makanan yang dapat mengotori buku, seperti contohnya membaca buku sambil makan durian, nyemilin selai cokelat, atau makan snack bermicin tinggi. Karena saat membalik halaman demi halaman, bekas makanan itu akan tertempel di buku dan menjadikannya kotor. Mengotori buku pinjaman seperti itu sangat tidak patut untuk dilakukan.

4. Tidak Meminjamkannya pada Orang Lain
Namanya buku hasil pinjaman, ya mbok sadar diri untuk tidak berlaku seenaknya. Meminjamkan buku pada orang lain tanpa persetujuan si pemilik adalah sebuah kesalahan. Karena saat bukunya dipinjamkan ke orang lain, dan ternyata orang tersebut malah membuat kerusakan pada isi buku, tentu kalian juga yang harus ikut bertanggung jawab pada sang pemilik. Oleh karenanya, saat ada teman yang ingin meminjam buku yang sedang kalian baca, dimana buku tersebut juga hasil pinjaman, yang sebaiknya kalian lakukan adalah bertanya pada sang pemilik apakah boleh meminjamkannya atau tidak.

5. Mengembalikan Tepat Waktu
Terkadang memang ada, sering malah, orang-orang yang meminjam buku namun tidak mengembalikan tepat waktu, alias mulur dari perjanjian awal. Itu pun masih terdengar agak mending, bahkan ada yang meminjam buku dan tidak dikembalikan, istilah kerennya adalah dicap milik pribadi. Sungguh sebagai pengoleksi buku, ini membuat saya dongkol. Pasalnya buku-buku tersebut tak jarang dibeli dengan hasil jerih payah yang tidak main-main, terlebih jika bukunya limited edition. Oleh karenanya wahai kalian yang suka meminjam buku, sebaiknya kembalikan buku yang kalian pinjam sesegera mungkin, jika janjinya meminjam satu minggu, maka kembalikan satu minggu, atau lebih cepat lebih baik. Jangan memberi stempel hak milik kecuali pemilik bukunya yang terlebih dahulu menghibahkan buku tersebut ke kalian.


Yunita Devika Damayanti

Pelajar paruh waktu yang mencintai sepak bola