Agar Hidupmu Enggak Ruwet, Kenali Posisi Dirimu!

Nick Herasimenka on Unsplash


Cangkeman.net -
Usia-usia seumuran saya kata orang-orang itu usia sedang pusing-pusingnya, orang menyebutnya masa-masa quarter life crisis. Masa di mana seseorang sedang berproses menjadi dewasa. Biasanya akan mengalami banyak tekanan dan ketakutan menghadapi masa depan karena berkaca dari masa lalu yang kurang baik.

Saya enggak benar-benar tau apa yang selama ini saya rasakan merupakan hal-hal dari yang namanya quarter life crisis atau bukan. Namun saya harus mengakui, semakin bertambahnya usia kok kayanya semakin ruwet kehidupan ini. Segala macam motivasi dalam bungkus kesusksesan, kekayaan, hingga yang berbau religiulitas nampaknya tak lagi mempan terhadap saya. Karena semua itu bagi saya hanya omong kosong setelah melihat realita yang terjadi.

Tapi setelah dipikir-pikir, ternyata bukanlah motivasi-motivasi itu yang tidak bekerja untuk saya. Tapi saya yang salah posisi ketika memaknai motivasi-motivasi tersebut. Ketika ada motivasi untuk terus berjuang, saya serta merta berjuang menerabas segalanya tanpa tau posisi diri mana yang statusnya bisa ditrabas dan mana yang tidak bisa ditrabas atau bisa ditrabas namun tidak perlu ditrabas.

Kalau meminjam jenis kalsifikasi posisi dari Mas Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe, kita harus paham bahwa hal-hal apa saja yang dapat kita pengaruhi, dapat kita pedulikan, atau hanya dapat kita perhatikan. 

Hal yang paling dekat dengan kita adalah hal-hal yang dapat kita pengaruhi. Diri kita sendiri misalnya. Kita dapat mengatur agenda harian kita, berapa jumlah gizi yang kita makan, dll. Itulah yang perlu kita tekuni, kita telateni. Hal-hal yang dapat kita pengaruhi inilah yang sebaiknya kita pikirkan, kita pusingi, lalu kita usahakan semaksimal mungkin. Semakin kita berhasil mengendalikan hal-hal ini, maka hal-hal yang dapat kita pengaruhi akan semakin besar jangkauannya pula.

Berikutnya adalah hal-hal yang ranahnya adalah ranah harus dipedulikan. Kita tidak dapat mempengaruhi hal-hal yang berada di ranah ini, tapi kita harus peduli terhadap ranah ini. Hal-hal yang berada daam ranah ini misalnya keluarga kita, teman-teman kita, serta hal-hal yang ada di sekitar kita namun kita tidak dapat mempengaruhi lainnya.

Pada ranah yang patut dipedulikan ini, kita enggak usah terlalu ambil pusing atas apa yang terjadi pada hal-hal yang ada di ranah ini. Kita hanya dapat memberi masukan demi masukan kepada apa yang berada di ranah ini. Jika masukan kita tidak diterima yasudah, kita tidak perlu marah atau mencak-mencak. Memang ini bukan ranah kita.

Terakhir adalah ranah di mana ranah yang hanya dapat kita perhatikan. Kita tidak dapat memberi masukan, apalagi mempengaruhinnya. Ranah ini kecil sekali hubungannya dengan diri kita, tapi kita perlu memperhatikannya sebagai sarana belajar dalam proses mengarungi kehidupan.

Nah, setiap orang itu berbeda-beda sampai batas mana ranah yang bisa kita pengaruhi, pedulikan, atau cukup kita perhatikan. Inipentingnya mengetahui posisi kita sudah sampai batas mana yang dapat dipengaruhi dan mana yang hanya cukup dipeulikan atau diperhatikan. Jangan sampai kita memusingkan hal yang seharunys tidak kita pusingkan dan melupakan hal yang yang seharusnya kita jalankan.

Mengetahui posisi diri itu sangat penting agar tindak dan tanduk kita menjadi terukur dan tidak menjadi sia-sia belaka. Mengetahui posisi diri memang tidak akan menghilangkan kesedihan dan kepenatan di kepala. Tapi itu mampu membangun gambaran kita akan melangkah ke mana setelah ini. Meski tidak menjamin di depan ada kebahagiaan, setidaknya hidup kita tidak semakin ruwet oleh keadaan.