Setelah Lulus Kuliah, Lalu Apa?

Taisiaa Stupak


Cangkeman.net - Setelah hari-hari dihantui sidang dan seputar per-skripsi-an, horee … akhirnya wisuda. Apa cerita selesai sampai di situ? Oh tentu, tidak. Rupanya kehidupan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Menjadi mahasiswa emang gak bisa disamakan dengan tahap kehidupan yang lain. Tapi anggap saja itu sebagai pemanasan, karena dunia kerja jauh di luar ekspektasimu. 

Mencari kerja itu mudah sebenarnya, yang gak mudah itu kerja sesuai keinginan dan passion kita. Ada banyak rekruter yang melihat pendidikan sebagai patokan. Lulusan SMP dan SMA dianggap gak berpotensi meski gigih dan mau bekerja ekstra keras. Sedangkan lulusan sarjana? Banyak dari mereka yang kerja di luar bidang kuliahnya. Terus, empat tahun yang dihabiskan di bangku perguruan tinggi, gimana? Entahlah. 

Nilai rapor dan IPK yang tinggi disertai berbagai sertifikat yang bertaburan nyatanya gak selalu menolong kamu. Skill dan mental adalah hal yang dipertaruhkan di dunia kerja. Biasanya, tiga bulan pertama adalah masa percobaan kamu untuk unjuk kemampuan di depan para perekrut. Itulah kenapa, magang bisa jadi salah satu jalan ninja yang mempermudah kamu di dunia kerja kelak.
 
Setelah kerja di tempat yang diinginkan, apakah selesai sampai di sana? Belum. Di kampus, kamu masih bisa memilih pada circle mana kamu akan bergabung. Di tempat kerja, apa yang ada di depan mata, itulah yang kamu hadapi. Kamu gak bisa menghindar hanya karena kamu gak suka dengan orang-orang di sekitar kamu.

Belum lagi kalau bertemu dengan atasan yang sokjadi raja. Kamu gak bisa menolak apa pun yang atasan minta. Di kampus mungkin masih bisa mengajukan surat keluhan. Tapi di tempat kerja? Kecuali kalau kamu berniat resign. Beruntung kalau dapat bos yang friendly dan hanya membebankan kita dengan kerjaan kita aja. Kadang, ada bos yang gak peduli kamu ngerjain tanggung jawab senior, yang penting kerjaan tuntas.

Sebenernya, pahit-pahit manislah. Toh, setiap bulan dibayar, kok. Eh, kata siapa? Gak semua perusahaan sesimple itu, lho! Ada banyak banget pekerjaan yang gak ngasih gaji hanya karena pegawainya gak mencapai taget. Sekalinya memberi gaji, dipotong dengan berbagai macam alasan klise. Pas disuruh lembur sampai larut malem, dibayarnya pun gak seberapa. gak dikasih uang makan, uang bensin gak keganti, tenaga dibayar aja udah alhamdulillaah.

Pada akhirnya, di mana pun tempatnya, kerja adalah tentang menghargai. Dikasih rekan kerja yang mau jadi partner, bukan malah membebankan pekerjaannya ke kita. Ditambah dapet gaji sesuai dengan kerja keras dan materi yang kita keluarin. Atau paling nggak, diperlakukan layaknya manusialah, bukan sapi perah, apa lagi kerja bagai quda wkwk.

 

Thiara

Lagi fokus mempelajari alur plot twist! Aktif menulis berbagai genre dan ragam sastra serta membuat ilustrasi bergaya abstrak. Puan berdarah Sunda-Sumatera ini bisa ditemui pada Instagramnya @thiara.yhiara.