Cerita Bersama Sandal Baim, Sandal Favorit Pada Masanya

Shopee

Cangkeman.net - Sandal Baim pernah menjadi sandal favorit pada masanya. Semua kalangan memakainya, dari mulai anak laki-laki hingga anak perempuan, muda hingga tua. Perihal penamaan sandal baim, itu mengadopsi nama artis cilik kenamaan saat itu yaitu "Baim Cilik". Hal ini dikarenakan, ia yang pertama kali mempopulerkan sandal tersebut di sebuah sinetron di tahun 2012. Seiring dengan kepopuleran sinetron tersebut, sandal Baim pun menjadi populer di masyarakat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan sandal ini menjadi favorit di masyarakat, di antaranya: sandal ini tersedia dalam berbagai ukuran, dan juga berbagai warna. Selain itu, harganya juga murah, cocok banget bagi mereka yang ingin tampil trendy tapi kantong tipis. Kemudian sandal baim ini juga tahan lama dibandingkan dengan sandal jepit meskipun sama-sama terbuat dari karet, etapi secara kualitas, sandal baim juaranya.

Saya sendiri membeli sandal baim dikarenakan semua teman saya saat itu sudah memilikinya. Sehingga hal tersebut membuat saya ikut membeli sandal baim agar tidak ketinggalan dengan teman-teman serta agar tidak diejek oleh teman-teman. Untung saja saat itu sandal baim mudah dijumpai di pasar tradisional. Sehingga saya tidak perlu jauh-jauh pergi ke mal di pusat kota untuk membelinya.

Dilihat dari modelnya, sandal baim hampir mirip dengan sepatu. Hal itulah yang membuat beberapa kawan saya memakainya untuk sekolah. Sementara saya tidak ikut-ikutan memakai sandal baim untuk sekolah. Karena ketika saya mengutarakan niat untuk memakai sandal baim saat sekolah kepada Ibu, ia melarangnya. Ibu berkata, bahwa sandal baim tidak cocok digunakan untuk sekolah, karena sandal baim adalah sandal, bukan sepatu.

Mereka yang memakai sandal baim untuk sekolah tentu saja mendapatkan teguran dari para guru berupa larangan memakai sandal baim untuk sekolah. Para siswa diperbolehkan memakai sandal baim untuk sekolah ketika keadaan darurat saja, seperti misalnya kaki terluka.

Satu bulan memakai sandal baim terasa nyaman-nyaman saja, apalagi sandal ini sangat nyaman dipakai untuk bermain sepak bola di sawah bekas panen. Namun di bulan berikutnya, rasa tidak nyaman mulai terasa ketika mengenakan sandal baim. Penyebabnya di bulan tersebut sering turun hujan, sehingga membuat air hujan yang masuk ke sandal baim tidak keluar dengan sempurna, sehingga membuat kaki gatal terkena kutu air.

Bukan hanya saya saja yang terkena kutu air, tetapi banyak juga dari mereka yang memakai sandal baim terkena kutu air. Hal inilah yang menyebabkan sebagian orang beralih kembali memakai sandal jepit. Meskipun saya juga terkena kutu air, tetapi saya tetap setia menggunakan sandal baim.

Di bulan berikutnya lagi, mereka yang memakai sandal baim hanya tersisa beberapa orang saja. Saya sendiri sebenarnya disuruh Ibu untuk mengganti sandal baimku dengan sandal lain.Tetapi saya menolaknya dengan alasan sandal baim milik saya masih bagus. Lalu saya mengatakan akan mengganti sandal baim ketika sandal tersebut rusak. 

Sandal Baim milik saya ternyata tidak kunjung rusak meskipun sudah sangat tipis sekali. Akhirnya saya menggantikan sandal baim dengan sandal yang lain, penyebabnya karena sering terpeleset ketika menggunakan sandal baim yang sudah tipis tersebut. 

Sebagai kenang-kenangan, saya pun menyimpan sandal baim tersebut di gudang. Biarpun saya sering terpeleset ketika memakai sandal baim yang sudah tipis, siapa tahu di masa depan sandal baim menjadi barang antik, apa salahnya disimpan.

 
Malik Ibnu Zaman

Penulis lepas. Dapat ditemui di Instagram @malik_ibnu_zaman