Percayalah, Timnas Sepak Bola Timor Leste Akan Menjadi Top Ten di Wilayah ASEAN

Kompas


Cangkeman.net - FIFA Freandly Match antara Indonesia vs Timur Leste baru saja usai. Kita ketahui bersama, papan skor menunjukkan angka 4 - 1 untuk Timnas 'Garuda'. Gol-gol Timnas Indonesia sendiri dicetak oleh Ricky Kambuaya dan Pratama Arhan, masing-masing sebiji gol. Sedangkan dua gol lainnya adalah hasil dari sedekah para pemain lawan.

Tapi saya tidak akan mengomentari permainan Timnas Garuda, sih. Sebagai golongan cah selo, saya ingin mengapresiasi performa para pemain Timor Leste di lapangan. Bosen juga kan bahas Timnas Sendiri mulu, ga ada pembanding jadinya.

Menurut saya, para pemain Selecao Timorense telah menampilkan usaha yang luar biasa. Kalau kita lihat skornya sih memang njomplang. Tapi secara keseluruhan, mereka cukup mengimbangi permainan skuad Merah Putih. Perihal ini, sepertinya Timnas Timor Leste enggak perlu mendengarkan Pak Exco PSSI yang namanya sapa kae. Jangan lihat hasil, jalani saja dulu prosesnya.

Kita dapat melihat sendiri kalau para penyerang seperti Mouzinho dan Paulo Freitas cukup sukses mengacak-ngacak pertahanan laskar Garuda. Bahkan Paulo Freitas mampu mencetak gol terlebih dahulu. Golnya, berkelas dengan sebelumnya mempertontonkan skill kelas dunia melewati Pratama Arhan. Sayangnya ketika mengeksekusi pinalti,, dia tak mampu menciptakan gol. Tapi itu tak perlu disesali, Kok. Hanya kurang beruntung saja.

Barisan gelandang mereka juga cukup kreatif dalam merancang serangan balik. Gol pertama serta hadiah pinalti adalah buktinya. Semua berawal dari serangan balik cepat yang dirancang para gelandang dengan cermat. Peran Jhon Firth dan Olegario cukup menonjol dalam mengkreasi counter attack.

Skuad O Sol Nascante juga terlihat solid di sisi pertahanan. Mereka mampu meredam serangan dari para penyerang Timnas macam Lord Dedik "Drogba", Ramai Rumakiek, hingga Irfan Jaya. Yah walaupun akhirnya pertahanan mereka mengendor di babak kedua yah wajar. Pasti karena faktor kelelahan saja. Tapi tentu saja bek-bek mereka juga harus mengurangi hobi membuat gol sedekah untuk lawan. Kalau sulit menghilangkan hobi itu yah cukup dikurangi sajalah.

Belum lagi deretan pemain cadangan mereka. Sebut saja si Anizo Correia. Pemain muda usia 18 tahun itu sudah memiliki skill yang menawan. Hanya perlu diasah dengan menambah jam terbang, maka akan menjadi bintang masa depan Timnas The Crocodile. Tentu dengan catatan bila ia mampu konsisten.

Secara keseluruhan, tim mereka sangat menjanjikan. Mereka mempunyai prospek yang cerah untuk 40 atau 50 tahun ke depan. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, mereka bisa masuk jajaran top ten di tingkat ASEAN. Ini beneran! Bukan sekadar omong kosng.

Eh, dari tadi kok muji-muji Timnas Timor Leste terus sih?

Begini ya Bro, Sist.. jangan salah paham dulu. Saya cuma meniru pelatih-pelatih tim lawan dari Timnas Indonesia, seperti Korea, Jepang, China, Vietnam, hingga Singapura. Mereka selalu menyanjung para pemain Timnas Indonesia sejak jaman Kurniawan, Ponaryo, BePe, Boaz Salossa, hingga era Evan Dimas dkk. Supaya apa coba? Yah supaya pemain kita besar kepala, terlena, dan enggak kemana-mana. Mentok karirnya bermain di Ligina. Gituuu maksudnya.


Rois Pakne Sekar

Seorang part time teacher dan full time parent. Mengajar -sekaligus belajar- Mapel Bahasa Jawa. Juga seorang atlit badminton amatir yang tidak akan takut menghadapi 'minions' ataupun 'the daddys'