Percayalah, Kita Semua Punya Spirit Doll Masing-Masing!

Camilo Jimenez on Unsplash

Cangkeman.net - Fenomena spririt doll ini mulai ramai di Indonesia. Banyak kalangan yang secara terang-terangan mengakui memiliki spirit doll. Tentu banyak juga -dan nampaknya lebih banyak- yang menentangnya atau hanya sekadar menganggap orang yang memiliki spirit doll itu aneh, gila, atau sejenisnya.

Bagi yang belum tau -tapi aku rasa sobat cangkeman udah pada tau-, spirit doll adalah boneka yang dipercaya sebagai suatu sumber kebahagian bagi pemiliknya. Entah sumber kebahagian itu berasal dari roh yang merasuki pada boneka atau juga ada yang percaya sebagai 'media' untuk bersosial pada 'hal lain' selain dirinya, namun bukan oirang lain. Intinya gitu dah.

Jadi, apa benar spirit doll itu boneka yang dirasuki roh?

Seperti yang aku bilang di awal. Enggak semua orang yang memiliki spirit doll itu mempercayai bahwa bonekanya dimasuki roh atau apapun. Ada yang cuma menganggap dia itu suatu hal yang 'hidup' walaupun hanya dalam kepala pemiliknya. Jadi kalau ditanya apakah spirit doll itu dirasuki arwah yah tentu aku tidak bisa menjawab. Selain aku belum sempat ngobrol sama si boneka, aku juga orang yang ga mengetahui banyak hal tentang perarwahan duniawi. Tapi aku percaya, bahwa spirit doll dapat mempengaruhi pemiliknya. Karena setelah aku renungkan, ternyata kita semua punya spirit doll kita masing-masing.

Aku jadi teringat kisah wayang tentang Bambang Ekalaya alias Palgunadi yang tidak boleh berguru kepada Durna, gurunya para Pandawa dan Kurawa. Karena Mas Bambang ini enggak boleh berguru, maka doi bikin patung yang mirip sama Durna. Jadi sebelum latihan, dia menyembah patung itu terlebih dahulu dan mempercayai bahwa 'arwah' Durna -padahal saat itu Durna belum mati- ada di dalam patung tersebut.

Setelah sekian lama berlatih dengan 'dipandu' oleh patung berwujud Durna, Mas Bambang jadi sangat jago bertarung. Bahkan salah satu versi menyebutkan kalau Arjuna, penengahnya Pandawa bershasil dikalahkan oleh Mas Bambang saat Arjuna berusaha memperkosa Dewi Anggraeni, istrinya mas Bambang.

Lalu apa yang membuat Mas Bambang ini jadi hebat? Apakah patung itu benar-benar ada rohnya Pak Guru Durna, sehingga ia bisa mengajari Mas Bambang berbagai macam jurus hebat dan akhirnya bisa mengalahkan Arjuna yang justru murid 'aslinya' Durna?

Menurutku, sebenarnya Pak Durna itu enggak pernah mengajari Mas Bambang lewat patung batu yang dibuat si Bambang tadi. Hal-hal kehebatan yang diperoleh oleh Bambang Ekalaya adalah hasil latihannya sendiri ditambah dengan rasa percaya, keimanan tentang hadirnya sang guru yang begitu ia cintai pada patung yang dibuatnya. Keyakinan itulah yang akan menghasilkan spirit bagi Mas Bambang untuk berlatih lebih keras.

Jadi fenomena Bambang Ekalaya dan spirit doll ini jika boleh aku berpendapat dan membuat istilah sendiri, aku ingin menyebutnya ini sebagai pantulan energi. Ketika seseorang mempercayai sesuatu bakal memberikannya energi positif, memberikanya spirit, maka dia akan memproses dirinya bahwa hal itu benar nyata dan akhirnya emang nyata. Jadi spirit doll itu memang dapat mempengaruhi pemiliknya, namun hal itu terjadi karena pemiliknya berpikir demikian. Tapi tidak bisa juga kita menyebutkan terlalu dini jika orang yang memiliki spirit doll itu sakit atau lainnya. Meski ini masih bisa diperdebatkan juga.

Sejak jaman dahulu sebenarnya manusia punya spirit doll-nya masing-masing. Selain cerita wayang Bambang Ekalaya tadi, masyarakat Jawa dulu suka sekali memelihara burung perkutut, alasanya membawa keberuntungan. Lalu apakah benar burung perkututnya membawa keberuntungan? Yahh ketika kita percaya burung perkutut membawa keberuntungan, maka rasa bahagia dan senang akan terasa ketika kita punya perkutut. Nah karena rasa senang dan bahagia itulah etos kerja meningkat, hubungan dengan tetangga jadi lebih baik, dan banyak hal positif lainnya yang akhirnya membawa keberuntungan. Begitulah kira-kira cara kerja spirit doll.

Itu semua tidak terbatas pada suatu benda yang kita miliki atau buat, tidak juga terbatas pada hewan yang kita pelihara. Ada banyak hal yang menjadi tempat kita bergantung rasa percaya sehingga membuat kita memperoleh spirit dari rasa percaya itu. Kita percaya akan masa depan yang baik, kita percaya terhadap anak istri kita, kita percaya bahwa dengan belajar menjadi pintar, dengan bekerja menjadi kaya dan kita melakukan hal-hal yang kita percayai tersebut walaupun enggak semua yang kita percayai akhirnya menjadi kenyataan. Tapi kepercayaan akan selalu menghasilkan energi, menghasilkan spirit.

Lalu gimana kalau percaya Tuhan? Apakah dengan mempercayai Tuhan cara kerjanya sama dengan mempercayai spirit doll tadi? Kita memperoleh energi dari yang kita percayai karena kita mempercayainya?

Wah pertanyaan terakhir ini sih namanya mengundang keributan. Daripada ribut, mending ngopi bareng aja yuk, kita bisa obrolin banyak hal dari sore sampe pagi, Heuheu