Sering Ganti Cita-Cita Setelah Nonton Drakor. Kamu Gini Juga Gak?

Gambar : kincir.com


Cangkeman.net - Semenjak kecanduan drama Korea, sekarang saya akui saya sendiri tidak tahu cita-cita saya sebenarnya mau jadi apa. Awalnya hanya sebuah iseng-iseng pengangguran ketika nonton drakor, sekedar melepaskan penat, mengisi waktu luang alias sedang di mode gabut, dan cuci mata melihat para aktor jebolan Korea Selatan itu. Sudah banyak yang mengakui, seperti layaknya narkoba yang bisa membuat kecanduan, ngedrakor pun begitu. Ditambah lagi dalam drama Korea ada banyak sekali genre kehidupan, mulai dari action, comedy, romance, thriller, sport, drama, horror, youth, fantasy dll.

Lalu, apa yang bisa membuat orang kecanduan ketika menontonnya? Jelas karena alurnya, konflik yang selalu bikin penasaran, bukan sekedar ketabrak mobil, masuk rumah sakit lalu dokter keluar ruangan dan mengucapkan kalimat legend seperti maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin, namun pasien tidak bisa diselamatkan. Bukan, bukan seperti itu.

Apalagi dalam drama Korea rata-rata ada beberapa profesi yang selalu ditonjolkan. Seperti keseriusan seorang lelaki pada pujaan hatinya, di drakor pun gak main-main kalau soal menjelaskan suatu profesi tertentu. Mungkin faktor inilah yang bisa membuat penonton jadi betah ketika menontonnya, terutama saya sendiri.

Jadi ingat dulu pertama kali nonton drakor itu dramanya mas Lee Min Hoo yaitu Boys Before Flower. Cerita tentang anak-anak konglomerat yang tergabung dalam sebuah geng bernama F4, lalu bertemu dengan gadis pemberani bernama Geum Jan Di. Ceritanya seru banget, tapi dulu saya nggak kepikiran lah buat bercita-cita jadi anak konglomerat. Sadar diri, saya hanya anak desa yang punya tetangga omongannya pedas seperti seblak level 10. Dan nggak mungkin lah jadi anak konglomerat itu layak dibilang cita-cita ya sob!

Satu kali ngedrakor jadi penasaran ada varian apa saja didalamnya, terus saya nonton drama Pinocchio yang kebetulan tayang di tv waktu itu. Nah, karna cerita di drama ini tentang profesi sebagai reporter, hati kecil saya tertarik buat ganti cita-cita. Sepertinya meliput berita atau kasus sangat menantang, apalagi sambil lari-lari. Fix, saya mau jadi Reporter. Tapi, nggak lama hati saya dibuat oleng lagi saat saya nonton drama Remember: War Of The Son. Karakter yang diperankan Yoo Seung Hoo memperlihatkan sebuah perjuangan menjadi seorang pengacara demi membebaskan ayahnya yang di penjara karena kesalahpahaman. Kisah perjalanannya seru sekali, sampai saya kepikiran mau jadi pengacara juga, mulai labil.

Tapi melihat kondisi untuk jadi pengacara tidaklah mudah, saya akhirnya ganti haluan lagi karena menonton drama Radio Romance. Drama ini gak begitu populer, tapi bisa membuat saya tertarik bercita-cita sebagai penyiar radio. Mungkin akan menyenangkan ya menyapa manusia di luar sana lewat suara dari studio tanpa terlihat wajahnya, apalagi menyampaikan salam dari para pendengar. Barangkali salah satu pendengar radionya dari mas crush kan pasti meleyot hati ini, meleyot gak tuh.

Belum selesai, drama berganti cita-cita berlanjut ketika saya menonton drama Fight For My Way. Cita-cita saya menjadi reporter balik lagi saat melihat acting Kim Ji Won disini. Susah senangnya karakter Choi Ae Ra berjuang demi lolos tes sebagai reporter, membuat hati saya agak nelangsa dan seringkali berandai-andai. Dari gadis biasa yang berjuang kesana kemari melamar sebagai reporter tapi seringkali gagal, banyak cobaan, banyak saingan, tapi tetap gak menyerah. Drama ini lantas bisa membangkitkan semangat saya untuk mengambil keputusan kuliah di jurusan ilmu komunikasi, pasalnya seorang reporter tentu harus ahli dalam komunikasi.

Selama menonton drama Korea, unik sekali siklusnya selalu sama setiap ganti drama. Cita-cita saya selalu mencla-mencle, entah itu karena masih labil atau bagaimana, tapi saya yakin saya tidak sendirian yang seperti ini. Dari Drama Descendants of the sun, membuat saya berubah pikiran untuk menjadi dokter lagi, ditambah waktu itu jadi ketagihan sendiri nonton drama genre medis seperti doctors, doctor stranger, dr. Romantic 1 & 2 dll. Nonton drama strong woman, ingin jadi wanita kuat, drama It's Ok To Not Be Okay pengin jadi penulis, drama Start-up jadi ingin kaya Han ji pyeong sang investor, kemarin nonton drama Imitation karena ceritanya dunia idol, pengin juga jadi idol tapi tertampar kenyataan lagi karena tidak ada bakat dance, nyanyi apalagi.

Drama Vincenzo, ingin jadi mafia, sekarang lagi nonton drama Police University rasanya malah ingin jadi polisi, nonton drama tentang CEO, ingin juga jadi CEO di perusahaan. Sampai kalo nonton drama kolosal, pengin juga jadi tuan putri kerajaan yang dikelilingi pangeran. Terus saja begitu selalu berubah-ubah sampai Ultraman jadi ultramilk. Tapi jujur, menonton drama Korea itu seperti mencari referensi untuk menuju masa depan. Karena sudah saya katakan sebelumnya, profesi di setiap drakor itu selalu tidak main-main dijelaskan sedetail mungkin. Dan sangat realistis, kadangkala aktornya tidak selalu berjuang lalu berhasil tapi akan selalu jatuh bangun layaknya karakter Nam Do San.

Banyak edukasi terkait profesi yang dijelaskan juga, lumayan lah benar-benar jadi referensi biar makin nambah wawasan. Jadi sekarang, kalau ditanya cita-citanya mau jadi apa, mungkin saya akan menjawab tergantung dari drama yang sedang saya tonton. Sekalipun itu psyco atau horror mungkin bisa jadi iya itu cita-cita saya, eh tapi jangan terlalu serius. Kalau sekarang mungkin menjadi apa saja akan saya nikmati, cita-cita itu untuk dijadikan tujuan dalam hidup biar ada persiapan kedepannya.


Asri Candra Wanodya 
Suka hujan tapi nggak suka kehujanan