Ronaldo yang Malas, Membuat MU Cemas

Gambar oleh : DetikSport

Cangkeman.net - Euforia dan romantisme atas CLBK-nya antara Ronaldo dan Manchester United nampaknya tidak perlu berlarut-larut. Memang dalam beberapa laga, Ronaldo kerap kali membantu MU meraih kemanangan. Namun beberapa hasil buruk yang didapat MU beberapa pertandingan terbaru juga enggak bisa dilepaskan dari peran Ronaldo di dalamnya.

Seorang pandit bernama Michael Cox baru-baru ini menulis di Athletic bahwa kehadiran Ronaldo dapat menjadi masalah untuk MU. Selain karena memang diduga kuat jika Ronaldo bukanlah pemain yang disiapkan sang pelatih, Ole. Data berbicara juga ternyata Ronaldo itu tipe striker yang malas melakukan pressing.

Pressing atau menekan pemain lawan memang biasanya sangat identik dengan pemain belakang. Tapi apa benar sih?

Yah kalau kamu hidup di tahun 90an atau mungkin di tahun 2000an awal itu masih bisa disahihkan pendapat yang mengatakan kalau pressing itu hanya tugas pemain belakang. Karena seiring berkembangnya sepak bola dengan berbagai macam taktik dan trik permainan. Maka kita dapat mengatakan kalau titik awal serangan dimulai dari pengaja gawang dan titik awal pertahanan berasal dari pemain depan.

Jadi sudah jadi kewajiban juga untuk pemain depan juga harus jago dan rajin pressing. Kaya di liga Inggris contohnya dah, tim yang pemain depannya rajin melakukan pressing kaya MC dan Liverpool itu paling sedikit kebobolan. Karena apa? Karena mereka sudah sedari awal dan sedini mungkin meminimalisir peluang dari barisan paling depan.

Balik lagi ke Ronaldo. Di musim ini, Ronaldo tercatat menjadi pemain depan yang paling malas melakukan pressing. Di Premier League sendiri, doi cuma bikin pressing sebanyak 3,8 per 90 menit. Yang jika dibandingkan dengan pemain depan lain seperti Lukaku yang punya 6,3 pressing per 90 menit tentu kalah. Apalagi dengan Jota yang punya 21,6 pressing per 90 menit. Kalah jauh bosQ.

Pada laga terakhirnya yang membuat MU menelan kekalahan melawan Leicester sendiri, Ronaldo cuma bikin 8 kali pressing dan itu juga yang berhasil cuma 1. Kalau mau bandingin sama striker lawannya si Jamie Vardy yah kalah jauh. Si Vardy pada pertandingan itu bisa melakukan pressing sebanyak 28 kali dan 9 kalinya sukses.

Malasnya seorang pemain depan melakukan pressing ini bisa berakibat sangat fatal. Pasalnya hal ini dapat merusak keharmonisan formasi yang ada. Para pemain tengah dan belakang biasanya akan terpaksa agak maju ke dpan untuk menutupi ruang yang seharusnya diisi oleh pemain depan tersebut. Dan karena pemain di belakang menutup ruang di depan, sering kali bagian belakang terlambat untuk ditutup kembali dan jadilah di situ lawan memanfaatkan.

Oke memang tugas seorang penyerang adalah mencetak gol. Tapi bagaimana mau mencetak gol kalau enggak ada peluang? Gimana ada peluang kalau timnya yang malah lagi diserang, gimana timnya enggak keserang kalau dari depan udah memble untuk menghalau serangan? Rumusnya gini dah, semakin kamu berusaha bertahan, maka semakin besar kamu berkesempatan untuk menyerang.

Nah terus Messi gimana?

Weh kan ini lagi ngobrolin Ronaldo. Kenapa sih kalian semua selalu bandingin dua orang ini. Main juga di liga yang beda, negara yang beda benua juga, ngapain terus dibandingin. Kalau kamu mau nulis tentang Messi yaudah sini kirim artikelnya ke Cangkeman. Gaskeun!