Jisim : Puisi oleh Putri Erline

Gambar oleh Veliza Ivanov on Unsplash

Kegelisahan membingkai bayang di cermin
membiarkan gerantang meniup api di dada,
di kepala, di retina.
Seharusnya kau biarkan genta melolong,
merasuki menhir,
pagar-pagar hijau dan keheningan.
Membiarkan gagak memaki-maki wajah masam
yang menimbun dendam.
Filamen lampu membakar dirinya saat
nafsu yang lapar sedang kau kebumikan.
Dan dinding-dinding beku menabur garam
ke raut-raut malam, sebab batu-batu di hati
belum jua karam usai mengarungi ribuan
doa dan sujud-sujud panjang.

Depok, Mei 2021

Putri Erline

Puisinya pernah dimuat di majalah Story (2010) dan laman fopini.id. Dapat dikunjungi di Instagramnya di @putri26maryam