Vape dan Klaim Rokok Sehat Dari Masa ke Masa

Antonin Fels on Unsplash

Cangkeman.net - Sebagai seorang perokok, aku kerapkali ditawari untuk beralih ke rokok elektrik. Selain aroma dan asapnya tidak menganggu, rokok elektrik diklaim sebagai produk yang lebih sehat dari masa ke masa. Benarkah demikian?

Sebenarnya, klaim rokok sehat bukan terjadi di era rokok elektrik saja. Setiap ada produk baru olahan tembakau, pasti akan selalu diklaim sebagai produk yang lebih sehat dari produk yang sebelumnya. Padahal?

Awal kemunculan rokok putih dan rokok mild, mereka juga mengklaim bahwa rokok mereka lebih sehat daripada rokok kretek, baik kretek tangan maupun kretek mesin sebelum mereke. Rokok putih dan mild ini terus menerus mempromosikan dan mencitrakan bahwa produk mereka lebih sehat karena lebih rendah nikotin dan lebih rendah tar.

Rokok putih dan mild menyasar pasar perempuan sebagai targetnya. Oleh karena itu, mereka kerapkali hadir dengan gaya iklan yang lebih feminim dan halus.

Lalu bagaimana dengan rokok elektrik?

Produsen rokok elektrik macam ENDS (Electronic  Nicotine Delivery Sytem) dan HTP (Heated Tobacco Products) juga mengklaim bahwa rokok elektrik jauh lebih sehat dari rokook kretek, mild, dan rokok putih. Karena rokok elektrik tidak menghasilkan tar. Menurut mereka, nikotin itu aman untuk dikonsumsi, karena pada beberapa jenis sayuran juga mengandung nikotin. Yang berbahaya itu adalah tar. Nah tar ini ada karena hasil produk pembakaran, jadi selama pembakaran tidak ada, tidak ada tar. Dan tidak ada tar, produknya sehat. Begitu klaim mereka.

Yah benar, mereka para provape memang memiliki beberapa penelitian akan hal itu. Walaupun setelah dikulti satu persatu, penelitian tersebut ternyata memiliki banyak kelamahan di sana-sani. Bahkan salah satu peneliti ternyata punya afiliasi dengan perusahaan nikotin hehehe. Kalian bisa baca jurnalnya di Estimating the Harms of Nicotine-Containing Products Using the MCDA Approach

Oh iyah, kenal Michael Russel gak? Itu loh bapak tembakau itu loh. Dia ini yang sering jadi rujukan para provape untuk mengkampanyekan bahwa rokok elektrik itu lebih aman dari rokok konvensional. Tapi tau enggak sih kalau doi ini pernah didanai British American Tobacco untuk menguji nikotin pada rokok rendah tar? Nah masa iyah sih penelitian yang didanai oleh perusahaan nikotin terbasar bisa jadi landasar kemanaan nikotin?

Antitesis dari penelitian-penelitian yang jadi rujukan para provape udah banyak juga. Namun yah kan kita emang lebih suka ngeliat yang mau kita liat aja, mau mendengar yang kita mau dengar aja.

Kalau kita boleh jujur, sebenarnya segala jenis produk, apalagi produk nikotin itu pasti memiliki bahaya untuk kesehatan. Tapi mengklaim lebih sehat dari ini dan itu itu yang bikin rada nganu. Toh antara nasi, gandum, jagung, dan ubi saja misalnya pasti memiliki dampak baik dan buruknya bagi kesehatan. Tapi kita enggak bisa mengklaim kalau ganduk lebih baik daripada nasi. Bisalah kita klaim mungkin lebih baik karena gulanya lebih rendah. Tapi sisi lainnya mungkin nasi unggul kan?

Pada dasarnya, dalam menjual produk jualan memang buituh marketing yang baik. Dan salah satu marketing yang kerapkali digunakan dalam industri apapun adalah menggunakan agama atau kesehatan. Apalagi di musim pandemi ini kan?

Sebagai konsumen yah kita jangan mau dibutakan begitu saja dengan berbagai klaim sana-sini. Kita harus lebih jeli lagi dalam memilih produk. Dan yang penting kita tau kebutuhan diri kita. Diri kita butuh produk yang seperti apa, dan cocok dengan yang kaya gimana.