Begini Cara Agar Tulisanmu Terbit di Cangkeman


Cangkeman.net - Selain sebagai penulis tetap di cangkeman.net, aku juga dipercaya sebagai tim redaksi yang tugasnya itu memilah tulisan-tulisan yang masuk ke situs ini untuk nantinya aku tentukan mana yang layak terbit dan mana yang belum bisa terbit.

Perlu diketahui, setidaknya setiap harinya aku menerima 2 sampai 5 kiriman para penulis di meja redaksiku. Dan tentu selain menjadi kehormatan juga menjadi tanggung jawab yang cukup berat untuk diriku sendiri. Pasalnya apa yang akan terbit di Cangkeman ini nantinya yang akan mempengaruhi para pembaca. Jika tulisan-tulisan yang aku loloskan penuh dengan gizi, menyenangkan, dan bermanfaat, tentu aku sangat bersyukur. Namun jika ternyata tulisan yang aku loloskan untuk terbit di cangkeman ini adalah tulisan-tulisan yang tidak sehat atau bahkan mengandung ujaran kebencian atau berita bohong, ada tanggung jawab moral dan hukum yang akan membebaniku.

Memang sih aku enggak sendiri, ada beberapa orang lainnya yang bertugas sama sepertiku. Dan aku yakin, apa yang aku rasakan juga dirasakan redaktur lainnya.

Nah mungkin kalian yang pernah mengirim tulisan di Cangkeman atau baru mau mengirimkan tulisannya di Cangkeman akan bertanya-tanya bagaimana sih caranya lolos dan dapat terbit di Cangkeman?

Oke aku kasih bocorannya nih.

Orisinalitas yang Utama
Sebaik apapun tulisanmu, sebagus apapun tulisanmu atau bahakan sepanjang apapun tulisanmu, jika itu tidak orisinil, maka jelas itu enggak bisa kami terima.

Orisinil di sini bukan hanya harus karya sendiri yang dikirimkan, tetapi karya sendiri yang belum pernah dikirimkan, diposting atau dibagikan di manapun. Jadi walaupun itu adalah tulisanmu sendiri, tapi ternyata terdeteksi pernah kamu kirimkan ke media lain atau akuin sosial mediamu, maka sudah pasti kami akan menolaknya.

Buatlah Gagasan!
Menulis itu tentang membawa gagasan, menceritakan dan menjabarkan gagasanya dengan baik. Maka hal ini penting sekali bagi para penulis yang akan mengirimkan karyanya ke Cangkeman. Karena tanpa gagasan yang jelas mau nulis apa, aku jamin tulisanmu jadi ngalor ngidul enggak jelas.

Gagasan ini kaitanya dengan disiplin berpikir. Jadi sebaiknya untuk para penulis yang ingin memulai menulis apalagi ingin mengirimkannya ke cangkeman, pertama berlatih dulu tentang disiplin berpikir. Salah satu latihan untuk disiplin berpikir yang sangat berguna adalah dengan banyak membaca. Kalau kamu malas baca buku, kamu bisa baca-baca di Cangkeman, kok.

Tulislah Apa yang Kamu Kuasai!
Kamu sudah punya gagasan dan kamu sudah bisa membawakan gagasan itu dalam tulisan. Namun semua itu akan sia-sia ketika tulisan yang kamu tulis itu suatu hal yang tidak kamu kuasai. Misalkan, kamu enggak menguasai banget masalah olahraga, terus kamu bahas olahraga. Nanti malah pembahasannya jadi ngaco.

Cangkeman sendiri kan punya banyak ragam cangkem, nah carilah kira-kira topik yang tepat untuk kamu itu ragam cangkem yang seperti apa.

EBI Itu Penting
Cangkeman enggak meminta tulisan yang baku-baku amat. Tapi setidaknya perhatikan ejaan yang ada. Seengaknya kamu mengerti cara penggunaan di- yang disambung dan di- yang dipisahlah.

Karena tulisan yang jauh dari EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) biasanya akan sulit dipahami. Penggunaan tanda koma dan titik yang salah misalnya, itu dapat merubah makna suatu kata. Hal itu membuatku terkadang tidak mengerti apa maksud dari tulisan yang aku kurasi tersebut.

Jangan Serius-Serius, Cuk!
Kamu sudah memiliki hal-hal di atas, tapi ternyata tulisanmu itu terlalu serius dan kaku. Yah mana mau aku baca juga. Ini kan Cangkeman, dari namanya aja ga ada serius-seriusnya.

Kalian boleh serius dalanm materi yang ingin kalian bawakan, tapi pembawaan dalam materi tersebut yah santai ajalah. Lagian yah ngapain serius-serius kalau diannya enggak mau diseriusin. Ea Gariiiing~

Mungkin itu doang sih yang paling aku perhatiin saat aku menyeleksi kiriman-kiriman dari para penulis Cangkeman. Selebihnya yah enggak terlalu aku perhatiinlah.

Jadi nanti kalau mau kirim tulisan di Cangkeman yah usahakanlah perhatikan hal-hal di atas. Kalau hal di atas udah diterapkan, aku jamin pasti akan aku loloskan. Yah tapi kalau pas kebeneran tulisan kamu masuk ke meja redaksi aku yah. Kan redakturnya bukan cuma aku. Kalau masuknya ke redaktur lain yah gatau, mereka kan punya cara sendiri wowkwokw