Setelah Datangkan Messi, PSG Disanksi UEFA?


Cangkeman.net - Hari ini, klub besar asal Perancis yang bermarkas di Ibukota resmi mengumumkan kedatangan mega bintang asal Argentina, Lionel Messi. Meski didatangkan secara gratis dari Camp Nou, namun sudah pasti dong gaji sang Mesias ini cukup besar. Nah kalau gitu, apa PSG enggak kena sanksi FFP dari UEFA nih? Apalagi di tubuh PSG saat ini banyak pemain bintang lainnya seperti Neymar, Mbappe, Icardi, Veratti, hingga yang terbaru ada Wiljnaldum, Donnaruma, dan juga Ramos yang tentu mereka-mereka ini pemain bintang yang gajinya enggak kecil.

Oh iyah, sebelumnya nih buat yang belum tau apa itu FFP, aku jelasin dikit sepengetahuan aku yah.

Jadi FFP itu kependekan dari Financial Fair Play. Itu adalah peraturan dari UEFA yang merupakan pemegang otoritas sepakbola Eropa untuk mengatur klub-klub Eropa biar keuangan mereka terkontrol. Jadi inti peraturanya itu isinya adalah pengeluaran klub enggak boleh lebih banyak dari pemasukan klub. Tujuanya yah biar klub enggak asal jor-joran beli pemain terus malah inflasi. Yah boleh aja nombok sih tapi dibatesin nomboknya cuma boleh maksimal 30 juta Euro.

Pemasukan klub itu dihitung bukan hanya dari jual beli pemain. Ada yang berasal dari sponsor, tiket, penjualan marchendise, dll. Begitu juga pengeluaran klub itu yah enggak cuma dari jual beli pemain, ada juga buat gaji, pembiayaan stadion, dll.

Kasus pelanggaran FFP yang sempat rame ini pernah terjadi saat Manchester City ketauhan memalsukan data nih. Jadi waktu itu, Manchester City melaporkan kalau ada kesepakatan dengan Etihad sebagai sponsornya senilai 60 juta poundsterling. Eh tapi pas ditelusuri ternyata sebagian uang itu berasal dari kantong Sheikh Mansour sendiri, bos Etihad yang sekaligus bos Manchester City.

Karena kasus itulah, MC didenda 30 juta Euro dan larangan kompetisi eropa selama 2 tahun. Eh tapi nasib baik, banding City melalu badan olahraga internasional atau CAS ternyata diterima dan larangan kompetisi eropa selama 2 tahun tidak diberlakukan.

Oke, sekarang bagaimana dengan PSG? Apakah pengeluaran yang sudah pasti gila-gilaan ini bakal berimbang dengan nilai pemasukannya?

Begini, ada hal yang menarik nih tentang FFP ini. Jadi semenjak pandemi ini, FFP diringinkan. Jadi kalau ada kerugian dari klub yang disebabkan pandemi, misal biaya PCR, biaya Vaksin pemain, atau apapun itu, itu enggak masuk dalam hitungan pengeluaran klub. Lalu, UEFA kini juga menggabungkan periode keuangan klub ini ngitungnya bukan bukan satu tahu, tapi dua tahu. Jadi yang biasanya keuangan klub dihitung satu tahun itu satu periode, kini dua tahun satu periode.

Yah berbagai keringanan-keringanan itulah yang membuat PSG kayanya enggak bakal kena sanksi UEFA terkait FFP. Lagipula soal FFP ini, PSG cukup cerdik juga sih buat ngakalinnya. Inget enggak waktu PSG datengin Neymar dan Mbappe? Langsung tuh UEFA melakukan sidak. Tapi hasilnya? Yahh aman-aman aja. Usut punya usut, ternyata waktu itu PSG mendapat pemasukan tambahan dari sponsor. Dan tau enggak siapa sponsornya? Ooredoo, Qatar National Bank, Qatar Tourism Authority.

Yah PSG dan Qatar memang sudah menjalin hubungan erat semenjak Qatar Sport Investments (QSI) pada 2011. Semenjak itu dah PSG menjadi semacam ajang mencari pamor, bukan hanya untuk QSI, tapi negara para Emir dan negara Qatar itu sendiri. Melalui PSG, para Emir Qatar ini ingin terus menaikan citra baik kepada rakyatnya dan juga dunia internasional. Apalagi sejak terkuak tentang perlakuan Qatar terhadap pekerja imigran serta krisis negara teluk yang membuat Arab Saudi, UEA dan negara tetangga lainnya memutus hubungan dengan Qatar.

Jadi, PSG dipastikan akan aman. Karena penyandang dana masih kencang di Qatar sana. Dan para penyandang dana itu enggak butuh balik modal berupa uang. Yang mereka butuh adalah citra. Masalah uang mah, masih ada minyak bos...