Ganjar vs PDIP, Gimmick atau Tanda-Tanda Pembangkangan?

Gambar oleh CNN Indonesia

Cangkeman.net - Setelah 'kasus' Gubernur yang enggak diundang di acara PDIP di Jawa Tengah, 'perseteruan' antara Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jateng dari PDIP dengan partainya sendiri, makin hari kian kentara.

Beberapa hari yang lalu, Ganjar agak sedikit keberatan dengan aturan pemerintah yang mewajibkan vaksin bagi pengunjung mall. Menurutnya, peraturan tersebut tidaklah adil. Karena beberapa daerah memiliki kenyataan di lapangan kalau orang yang belum divaksin itu bukan tidak mau divaksin, tapi karena keterbatasan vaksin.

Meski yang ditentang adalah pemerintah pusat, namun banyak orang yang menghubungkan jika sebenarnya Pak Gubernur sedang mulai mengatur strategi untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih besar daripada partai dengan mengkritik aturan Presiden yang diusung partainya.

Dan yang terjadi baru-baru ini adalah tentang saran Ganjar ke PDIP yang akan menerbangkan 73.000 balon untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Saran Pak Gub adalah agar PDIP terlebih dahulu ijin dengan otoritas penerbangan.

Memang saran dari pak Ganjar tersebut terlihat biasa saja. Namun kalau kita mau teliti, itu adalah bentuk perlawanan secara halus. Kita semua tau kalau Gubernur Jateng ini memiliki mulut yang lihai. Dengan menyuruh PDIP ijin ke otoritas penerbangan setempat, kita bisa mengidentifikasikan doi mau bales dendam dengan halus sambil bilang "Sanalah urus sendiri acara kau, perijinannya urus ajalah, aku gak mau ikut campur. Kemaren-kemaren aja aku enggak diundang."

Tapi perang dingin antara Ganjar dan PDIP ini banyak yang bilang kalau hanya gimmick belaka. Karena perseteruan antar parpol atau politisi biasa kita lihat sebagai hiburan. Dan karena hiburan, biasanya rakyat mulai mengenal, membicarakan, hingga akhirnya kesengsem dengan aktornya.

Kasus serupa pernah terjadi di jaman Pak Jokowi dulu. Waktu itu beliau masih menjabat sebagai Walikota Surakarta dan berseteru dengan Bibit, Gubernur Jateng yang diusung dari PDIP juga. Berkat perseteruan itulah, nama Pak Jokowi sedikit demi sedikit membuat nama Pak Jokowi terdongkrak hingga akhirnya berhasil menjadi Presiden.

Yah nantikan saja kisah perseteruan antara Parpol dan kadernya ini. Siapapun dukungan anda, yang terpenting jangan baper kalau nyatanya yang anda dukung ternyata temenanh baik dengan yang anda benci heuheu.