Apakah Tuan dan Puan Tidak Lebih Asusila Daripada Dinar Candy?


Cangkeman.net - Di akun media sosialnya, seorang selebritis menuliskan kekesalannya, ia mempertanyakan tentang kelanjutan PPKM kepada Presiden, "Bapak Jokowi yang terhormat, ini PPKM gimana diperpanjang atau tidak? Jangan lama-lama pak saya stres, lama-lama saya saking stres pengen turun ke jalan pakai bikini."

Dan setelah ada keputusan tentang perpanjangan PPKM, maka dia benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan di media sosial. Yah dia turun ke jalan memakai bikini sambil membawa papan yang bertuliskan, "Saya stres karena PPKM diperpanjang."

Postingan tersebut tidak bertahan lama. Selang beberapa jam, postingan tersebut sudah dihapus oleh sang empunya. Namun malam harinya, ternyata Dinar Candy ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka aksi pornografi.

Oke, aku memang bukan ahli hukum. Tapi, seperti yang aku tulis dalam biodataku di blog ini, aku adalah seorang yang mencintai kata-kata. Maka aku akan menilai ini dari segi kata.

Misalkan di situ si Artis menjadi tersangka pornografi. Ayo kita telaah apa arti ponografi itu sendiri. Dalam KBBI, pornografi adalah: n penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi. Dan arti lainnya adalah n bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi.

Oke mungkin tak banyak perdebatan tentang tingkah laku Dinar Candy ini sebagai tingkah laku yang erotis. Tetapi, apakah tujuan darinya adalah untuk membangkitkan nafsu berahi? Tentu saja jika kita melihat pesan yang dibawakan olehnya itu tidak demikian. Itu aksi prote, apa yang dilakukan olehnya adalah bentuk protes seorang warga negara yang stres karena kebijakan pejabat nrgara. Sesederhana itu.

Lalu kita bertanya, "Kenapa protes harus dengan cara seperti itu?"

Etdah, namanya juga protes yah kalau mau didengar yah harus cari perhatian. Harusnya kita harus bertanya, "Kenapa sampai ada orang yang berani protes seperti itu? Sudah sebegitu stresnya kah warga kita menghadapi pandemi dan segala kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah? Apa segitu sulitkah masyarakat untuk didengar sehingga harus melakukan akis demikian?"

Lagian orang berbikini di sosial media itu bejibun jumlahnya. Apa karena media sosial tidak dianggap ruang publik sementara aksi yang dilakukan Dinar Candy itu di ajaln raya dan dianggap di ruang publik? Aneh banget kalau media sosial enggak disebut sebagai ruamg publik sih.

Okelah kita tetap mau menuntut Dinar Candy dengan UU Pornografi. Itu boleh-boleh aja, asalkan kita yang menuntut itu mau mengakui saat kita melihat aksi Dinar Candy itu kita menjadi berahi. Karena syarat orang melakukan tindak pornografi adalah bertujuan untuk membangkitkan berahi.

Yah kalau kamu ngaceng, yah berarti bisa aja sih nuntut doi. Tapi masa jadi cowok ngacengan amat. Gimana mau cerita tentang teknologi, penanganan kopid, dan hal-hal besar lainnya kalau bangsa kita masih suka ngacengan?

Lagian nih yah aksi-asi Asusila itu kan sejatinya bukan Dinar Candy saja yang bikin. Lah para tuan dan puan yang jadi pejabat kan sering melakukan tindak asusila. Lah enggak percaya?

Nah Asusila ini sendiri dalam KBBI artinya juga "Tids susila; Tidak baik tingkah lakunya."

Coba sekarang berapa kali pejabat memiliki tindak yang tidak baik? Bahkan di tempat umum mereka masih sering melakukan tindakan tersebut. Contohnya kaya pemasangan balih-baliho di pinggir jalan itu kan? Sungguh tindakan yang yang tidak baik lakunnya, bisa juga dong disebut tindak asusila? Eh kalau ada baliho tuan dan puan pejabat terus ada yang bangkit berahinya gimana yah? Bisa dituntut UU pornografi ga tuh?