NEGERI NGEYEL

Kompas.com

Cangkeman.net - Dulu, masih lekat di ingatan saat penerapan larangan mudik karena darurat Covid, ada pembisik dalam pemerintah itu sendiri yang meminta agar memberi dispensasi bagi para santri. Lalu sekarang saat PPKM Darurat sedang dijalankan, pembisik dari gerbong yang sama juga minta dispensasi, dari mulai insentif bagi pemuka agama sampai meminta rumah ibadah diberikan dispensasi untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan ibadah.

Di sisi lain, Satpol PP sebagai ujung tombak pelaksanaan penerapan kebijakan ini ternyata tak terbiasa menjadi manusia. Ia tak bisa memakai bahasa verbal, lalu main pukul dan cara-cara tak manusiawi mereka lakukan, mereka ini oknum, tapi kok ya oknumnya banyak banget dan nggak abis-abis. Seorang ibu dipukul oleh oknum ini di rumahnya sendiri yang ia jadikan cafe.

Yang berbahaya lagi adalah ketika mereka merasa sebagai alat negara dan seperti merasa diamanahi undang-undangan untuk mengatur semuanya, dengan itu mereka berhak menindak rakyat dengan cara penafsirannya sendiri. Seorang anggota paspampres dikeroyok dan dikerubuti begitu banyak anggota demi melampiaskan kekesalan di jalanan. Padahal seharusnya untuk mengamankan satu orang saja sangat tidak bijak dengan cara-cara represif seperti itu. Endingnya bisa ditebak, serangan balik dari unsur kesatuan yang diperlakukan semena-mena. Apalagi kesatuannya adalah kesatuan elit ring 1 Presiden. 

Negeri ini ribet banget serius!
Yang diatur "mblatang"nya luar biasa, yang ngaturpun masih suka ingin dispesialkan dari yang lain. Selalu minta dispensasi yang jancuknya itu sulit untuk tidak dikabulkan.

Dan kini, berita yang muncul adalah Covid varian delta ini sulit dikendalikan. 
Bingung juga sih kita, wong katanya menteri semuanya terkendali kok. 
Jadi begini ya, yang tahu keberadaan virus adalah science. Ia sudah menjelaskan bahwa virus ini ukurannya mikroskopis dan punya hobi loncat-loncat dari satu inang ke inang yang lain. Lalu saintis menjelaskan cara amat sederhana agar kita tidak menjadi inang berikutnya bagi si virus ini, jaga jarak dan kontak dengan orang lain, karena kita nggak tahu orang yang mana yang lagi bawa-bawa virus kan.

Lalu diciptakanlah alat deteksi virus. Ini untuk mempermudah kegiatan dan trackin kedepannya. 
Temukan orang yang terinfeksi, setelah itu pisahkan dan tempatkan di ruang isolasi. Lalu sembuhkan orangnya. Walaupun obat khusus untuk membunuh virus ini belum ditemukan secara science, tapi setidaknya cara efektif bagi penyembuhannya sudah banyak yang terbukti berhasil. 

Berikan kesempatan tubuh untuk melawan secara alami, agar perlawanannya lebih dahsyat, beri tambahan asupan vitamin. Segala celah yang bisa menurunkan perlawanan tubuh diperkuat, gaya hidup, pola makan dan fikiran. Itu saja. Kita nggak perlu ngeyel ngalor ngidul kopad kopid. 
Negara ini sudah ruwet. Nggak bisa kalau terus-terusan mikiri rakyat yang ngeyel, wong pemerintah aja masih sering keder dibisikin pihak sana sini. Yang akhirnya blunder lagi blunder lagi.

Virus ini perkara sains, kita taklid kepada saintis karena kita tidak bisa melihat dan mempelajarinya secara langsung. Nggak usah ikut bikin ribet, mengikuti saran sains yang sangat sederhana saja ternyata masih menjadi problem besar bagi kita. Pun pada konsistensi mereka yang membuat aturan dan penegaknya!