Taruhan Bola yang Seharusnya Tidak Masuk dalam Kategori Judi

Gambar oleh Bermix Studio on Unsplash

Cangkeman.net - Kalau sudah musim bola seperti saat-saat Piala Dunia atau EURO seperti saat ini, naik pula pamor para penjudi bola. Mau dia seorang pemain Parley atau apapun jenisnya, pasti akan tumbuh subur di saat-saat seperti ini.

Menurutku, para petaruh-petaruh bola ini tidak dapat dikategorikan sebagai penjudi. Bagiku, judi adalah menggantungkan nasib kita kepada suatu hal yang kita tidak dapat merubahnya. Misalkan seperti main kartu, mau jenis apapun permainannya tetap saja kartu itu diundi, dikocok tanpa kamu ketahui kamu akan mendapat kartu yang seperti apa. Beda dengan taruhan sepak bola. Kamu boleh memilih tim apa dengan vooran berapa, yah suka-suka kamu. Nasibmu di tangan dirimu sendiri.

Ada hal yang sangat berbeda antara petaruh bola dengan petaruh-petaruh lainnya. Para petaruh bola itu biasa melakukan riset panjang untuk melakukan taruhan. Petaruh bola akan melihat statisktik pertandingan, para pemain yang akan bermain, pertandingan terakhir, kondisi tim, hingga kadang sampai memperhatikan kondisi kehidupan dari para pemain yang akan dipertaruhkan.

Petaruh mana yang melakukan riset panjang seperti itu bukan? Dengan segala variabel yang dikumpulkan oleh seorang petaruh, semakin banyak variabel yang dikumpulkan, semakin besar peluang tebakan si petaruh benar. Karena variabel itu akan digunakan untuk menyusun rencana sebaiknya pegang apa dan bagaimana.

Kalau kamu seorang petaruh bola antar orang perorang -tidak melalui bandar- kamu pasti akan belajar ilmu mendesak psikologis lawan. Ini dilakukan untuk mengecoh atau mengarahkan lawan agar memilih tim yang kita mau dia pilih itu tim dengan voor-an yang kita mau juga. Kita di sini harus pandai, licik, dan licin dalam bersilat lidah. Giring terus opini, agar lawan terbawa opinimu dan memilih tim yang salah.

Dari hal-hal di atas saja kita dapat membayangkan seorang petaruh yang hebat adalah seorang yang sangat genius. Dia pintar mengumpulkan puing-puing variabel yang berserakan, menyusunnya menjadi suatu kerangka berpikir, lalu dari situ dikembangkan menjadi suatu keputusan. Dan petaruh bola juga memiliki kemampuan berkelit yang handal yang mampu menguasai pikiran lawannya. 

Coba bayangkan kalau kamu menerapkan hal-hal yang petaruh bola lakukan sebagai cara hidup. Hidupmu bukan berarti akan baik-baik saja, tetapi kamu mungkin tidak akan kaget jika ketidakbaikan sedang menimpa dirimu, karena kamu jago riset. Dan dalam risetmu pasti menemukan kenyataan bahwa hidup memang tidak ada yang baik-baik saja.

Kamu juga akan lebih percaya diri dalam melangkah ke depan. Karena kamu memiliki variabel-variabel yang kamu kumpulkan. Maka ketika kamu melangkah, kamu memiliki dasar yang jelas akan ke mana langkahmu, tidak asal-asalan dan memiliki tujuan hidup yang terstruktur, lagi terencana.

Dan yang terpenting, kamu akan disukai oleh masyarakat. Dengan kemampuan seorang petaruh untuk 'mengatur' pikiran lawan, maka kamu akan dengan mudah 'mengatur' pikiran masyarakat agar masyarakat menilai dirimu dengan sesuatu yang kamu ingin. Kamu dapat dengan mudah mencari hati para lawan jenis dengan tekhnik gertak dan tahan ala petaruh bola atau kamu bisa lebih percaya diri menghadapi calon mertua. Dengan tekhnik menaikkan voor-an, kamu dapat mengukur bagaimana karakter calon mertuamu.

Sebenarnya ada banyak hal-hal yang sangat bermanfaat jika kita menggeluti petaruhan sepak bola ini. Syaraf motorik kita akan terlatih dengan berbagai varian keilmuan dari matematika, bahasa, sejarah, hingga diplomatik kita pelajari dalam taruhan bola.

Jadi, ada yang mau bertaruh?