Tutorial Misuh Ala Cangkeman


Cangkeman.net - Bagi sebagian kalangan orang, misuh sudah seperti budaya, kadang misuh diantara mereka bukan hanya melambangkan sebuah umpatan tapi jauh diatas itu ada satu hal yang lebih paten, yaitu keakraban. Sebab, tidak sembarang orang bisa menjadi kolam penampungan tempat kita membuang unek-unek bukan? Bahkan tidak semua orang bisa menerima misuhan, hanya teman akrabmu saja. Tandanya, kalian bisa saling memaki sambil tertawa.

Ada beberapa kata yang sudah terbukti ampuh digunakan jutaan orang sebagai bumbu misuh yang sedapnya ampun deh. Seperti "Raimu", "Asuu","Nggateli", dan pastinya yang jadi promadona, "Jancok". Yang terakhir ini bahkan pengucapannya menjadi banyak versi tergantung daerah dan logatnya. Ada yang menjadi "Dancok, "Jancuk", atau "Jiancuukk".

Untuk bisa misuh dengan baik, kamu haru bisa bercerita panjang lebar, namun dengan muka biasa aja. Untuk mencapai level itu panjang jalannya, setidaknya dalam misuhan online, irama penekanan keyboardnya biasa saja, jangan sampai karena sedang menulis misuhan, justru terdengar bunyi glutak glutuk!

Kamu juga perlu menggarisbawahi bahwa bagaimanapun, misuh tetap harus pada tempatnya. Salah satunya ya di sini ini, di Cangkeman ini. tetaplah lihat situasi dan kondisi ketika misuh, nggak etis juga di hari lebaran, pulang sholat Id kita malah misuh sepanjang jalan karena kehilangan sendal baru. "Sendal saya mana? Saya mau pakai sendal?". Jangan juga misuh dalam suasana bahagia. Pokoknya jangan asal misuh, misuh itu ada seninya. Kalau berani-berani misuh tanpa tedeng aling-aling, apalagi kamu adalah orang baru, belum deket-deket amat, siap-siap aja dipukuli.

Misuh itu perlu, energi-energi negatif dari kenyataan pahit hidup kita harus dikeluarkan lewat misuhan, sebenarnya ini perkara mudah untuk dipelajari. Apalagi kalau sudah terbiasa. Tapi berhubung Cangkeman adalah tempat lokalikasi misuhan, turorial misuhan ini harus dianggap perlu, demi misuhan kita yang lebih baik.