Persoalan Bipang Ambawang, Iqbal Aji Daryono Pantas Menggantikan Fadjroel

Foto: Jokowi dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan nasional 2021. (Tangkapan layar Bappenas RI)

Cangkeman.net -
Akhir-akhir ini ramai sekali pemberitaan tentang Babi. Setelah sebelumnya ramai tentang drama babi ngepet di Depok, kini yang ramai adalah perkara pernyataan Presiden yang mempromosikan kuliner Nusantara sekaligus himbauanya agar warga negara tidak mudik.

Nah, dari deretan kuliner Nusantara yang disebutkan Presiden dalam pidatonya, terseliplah nama Bipang Ambawang dari Kalimantan. Bipang Ambawang yang disebutkan Pak Presiden sendiri yang merujuk pada Babi Panggang Ambawang ini ini langsung disambar oleh warganet yang kebanyakan menghujat dan menganggap ganjil soal rekomendasi kuliner Nusantara yang disebutkan Pak Presiden. Pasalnya Babi Panggang adalah makanan yang haram atau tidak boleh dimakan oleh umat Islam dan tidak sepantasnya direkomendasikan dalam konteks perayaan lebaran.

Di tengah ramai warganet saling mempertanyakan peryantaan Pak Presiden, akhirnya ada orang Istana yang ikut berkicau di Twitter, siapa lagi kalau bukan Jubir Istana, Bung Fadjroel kesayangan kita semua. Dia mengetweet seperti ingin melakukan klarifikikasi bahwa yang dimaksud Pak Presiden itu adalah Bipang yang terbuat dari beras, bukan babi panggang. Namun hal itu justru menjadi blunder susulan, karena Bipang -atau di daerah terentu disebut Jipang- yang berasal dari beras itu bukanlah makanan khas Ambawang Kalimantan. Namun terakhir kicauan tentang klarifikasi ini diganti konteksnya oleh sang Jubir dari gmabar A menjadi gambar B.

Gambar A
Gambar B

Menurutku, sah-sah saja pihak Istana melakukan ngeles sedemikian rupa. Karena nantinya pasti akan dipertanyakan tentang tata kelola riset dan penulisan teks pidato Presiden. Tapu mbok yahh ngelesnya jangan gitu dong, itu malah bikin blunder baru. Kalau seorang Jubir masih belum bisa ngeles secara elegan, sudahlah berhenti aja jadi jubir. Nanti aku sarankan penggantinya yang lebih joss, muda, progresif dan berkemajuan.

Tentu aku akan merekomendasikan Mas Iqbal Aji Daryono. Seleb facebook asal MBantul yang dari dulu dikenal sebagai Cebong ini sangat cocok menempati posisi Jubir. Nih lihat yah status fbnya "membela" pernyataan Pak Presiden tidak dengan mengakui kealpaan Pak Presiden, ia justru menghadirkan fakta yang diketahui bersama untuk membuat pernyataan Presiden menjadi benar. Begini statusnya.


Sungguh sangat jenius. Pak Presiden pun mungkin tidak sedang kepikiran ke arah situ ketika menyebut Bipang Ambawang pada pidatonya. Tapi bapak-bapak Muhammadiyah ini bisa membuat blunder Pak Presiden yang menyebut Bipang sebagai salah satu kuliner lebaran menjadi tidak blunder dengan menyajikan fakta bahwa lebaran memang budaya Nusantara. Agama apapun merayakannya.

Udahlah, kurang apa itu Pak Iqbal? Loyalitasnya sebagai Jokowers sudah tidak diragukan lagi. Doi juga dari kalangan Muhammadiyah agar Istana tidak terlalu berbau NU. Dan yang terpenting, doi aktif di facebook yang katanya sarang hoaks. Pas tuh untuk menangkis segala macam hoaks.

Kalau Presiden punya Jubir macam Pak Iqbal gini kan, Kemendag jadi ga perlu minta maaf. Ga ketauan kalau timnya kurang riset, gak ketauan kalau Pak Presiden juga gak tau apa itu Bipang. Kalau Pak Presiden ketauan ga tau tentang makanan Nusantara kan takutnya beliau disuruh Tes Wawasan Kebangsaan gimana? Kalau lulus, kalau enggak? Mau ngeles lagi? Yang ngeles Bung Fadjroel lagi pula.....