Masalah Salat Pakai Masker di Masjid Bekasi Adalah Bukti Orang Suka Mengakali Dalil


Salat mengenakan masker di Masjidil Haram. ©2021 AFP

Cangkeman.net - Beberapa hari yang lalu, ramai diberitakan ketika terjadi keributan antara kelompok takmir masjid di daerah Bekasi dengan seorang bapak yang diketahui bernama Pak Roni. 

Seperti yang kita ketahui, keributan terjadi karena Pak Roni memakai masker saat di dalam masjid. Lalu datanglah para takmir masjid yang meminta Pak Roni melepaskan maskernya. Karena Pak Roni menolak, maka terjadilah keributan di dalam masjid. 

Pertama aku mau kasih tau dulu, kalau aku itu sebenarnya orang yang enggak suka maskeran, mau dibilang anti masker sih enggak juga, tapi kalau boleh milih, aku lebih baik enggak maskeran. Tapi perihal orang mau maskeran atau tidak, itu terserah mereka.

Nah para Takmir masjid ini menurut aku rempong sekali, kenapa dia harus ngurusin orang lain yang mau pakai masker? Dan ngeheknya, dia pakai bawa-bawa dalil dengan mengutip Ali Imran ayat 96.

"Alquran surat Ali Imran ayat 96, 'barang siapa yang masuk (masjid) maka aman." Begitu kata salah satu dari rombongan takmir masjid.

Meski banyak ulama menyanggah bahwa ayat itu tidak tepat untuk diterapkan pada pandemi, karena itu termasuk dalam ayat perang, namun aku enggak terlalu peduli dengan cara tafsir setiap orang. Aku selalu berpikir bahwa apapun yang kau tafsirkan dalam kitab suci, itu sah-sah saja, asalkan tidak memaksa siapapun untuk mengikuti tafsirmu.

Kita memang kerapkali ribut perkara dalil. Masalah pemimpin muslim, Bank riba atau tidak, masalah jilbab hingga kemarin ramai lagi masalah jumlah rakaat dalam salat tarawih.

Ahli fiqh (hukum dalam agama Islam) sendiri saja sering berbeda dalam menafsirkan suatu dalili. Hingga bahkan menghasilkan fatwa yang berbeda juga. Tapi tetap, mereka pada pakem, asalkan tidak ada yang memaksakan fatwanya, yah sah-sah saja. Asalkan tidak ada yang mengaku paling benar, yah monggo-monggo mawon.

Justru aku menilai, orang-orang yang memaksakan dalil untuk pemuas nafsu mereka adalah orang yang sebenarnya enggak percaya dengan keyakinannya sendiri. Ia punya keyakinan, namun tidak terlalu yakin, lalu dicarilah dalil yang tepat agar ia yakin. Harusnya kan kita lihat dalil, baru kita gunakan instrumen lainnya untuk menguatkan dalil tersebut. Masa firman Tuhan disuruh ngikutih ego kita.... halahh...