Kapan Lebaran Ketupat di Tahun 2021? Apa Sih Lebaran Ketupat?

Gambar : Unsplash

Cangkeman.net - Orang jawa itu punya 2 lebaran loh saat Idulfitri. Yang pertama pada 1 Syawal dan yang kedua dirayakan di tanggal 8 Syawal. Nah yang dirayakan pada tanggal 8 Syawal ini disebut lebaran ketupat. Jadi kalau kita merayakan Idulfitri pada tanggal 13 Mei 2021, maka tahun ini perayaan lebaran ketupat jatuh pada tanggal 20 Mei 2021.

Sejarahnya, tradisi lebaran ketupat ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Yakni pada tanggal 8 Syawal, masyarakat berbondong-bondong membuat ketupat. Tau kan ketupat? Makanan yang terbuat dari beras lalu dimasukkan dalam anyaman daun kelapa itu loh. Tau lah pasti.

Oh yah, ketupat ini punya banyak varian di berbagai daerah di Jawa loh. Kalau di kawasan Tegal nih ada namanya Ketupat Glabed. Namannya diambil dari kuah ketupat yang kental sehingga ngeglabed kalau dimakan. Nah masyarakat Betawi punya ketupat Babanci atau masyarakat Madura yang terkenal dengan ketupat bawangnya. Kalau di daerah kalian ada varian ketupat apa?

Balik lagi ke lebaran ketupat nih. Lebaran ketupat ini juga banyak mengadung unsur filosofinya loh. Dari lebaran ketupat, kita bisa mengambil makna dari nama ketupat itu sendiri. Ketupat atau Kupat memiliki makna Ngaku Lepat (Mengakui Kesalahan) atau juga bermakna Laku Papat (Empat Tindakan).

Jadi lebaran ketupat ini adalah prosesi pengakuan kesalahan kita terhadap orang lain. Setelah kita berpuasa Ramadan, kemudian bersuka cita di lebaran Idulfitri dan dilanjutkan dengan puasa Syawal, berikutnya justru kita disuruh mengakui kesalahan. Dari sini dimaksudkan bahwa puncak dari peribadatan adalah merasa kecil, merasa banyak salah, bukan justru sebaliknya.

Sedangkan maksud dari Laku Papat (Empat Tindakan) yaitu melakukan empat tindakan. Empat tindakan tersebut adalah Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan.

Lebaran maksudnya adalah akhir, usai. Yang artinya kita telah usai melakukan puasa Ramadan dan siap menyongsong kemenangan. Nah ketika sudah siap menyongsong kemenangan, kita juga perlu Luberan yang artinya tumpah ruah, melimpah yang maksudnya kita perlu beberbagi, sedekah. Lalu tahap berikutnya adalah Leburan atau melebur. Kita lebur segala dendam kita, kita maafkan kesalahan sesama dan meminta maaf kepada sesama. Hingga akhirnya kita bisa saling menjernihkan satu sama lain dengan Laburan atau penjernihan.

Dari tradisi ini, diharapkan kita tidak hanya melakoni ibadah semenjak Ramadan sebagai ritus belaka. Hasil dari ibadah-ibadah itu sejatinya harus mawujud dalam bentuk kepedulian, guyup rukun, dan kebersamaan antar umat manusia.

Tabik..