Sebuah Rahasia Bukber Sukses


Cangkeman.net - Bulan Ramadan sudah memasuki minggu kedua, salah satu percakapan di grup chat dalam kehidupan kita semua adalah tentang ajakan bukber. Atau buka bersama. Hanya di bulan ini orang-orang yang tadinya jarang ketemu bisa ngumpul bareng, berbagi cerita receh, foto-foto bareng, ketawa-ketiwi bodoh, dan mode humble ke semuanya. Tapi ada kalanya bukber jadi garing: obrolannya menyinggung salah satu orang, joke-nya joke bapack-bapack, ketawanya basa-basi, dan fotonya ala kadarnya. Yang ketika ditag pun gak akan direpost oleh temanmu yang lain.

Realistis aja deh. Jakarta jam-jam sore hari pasti macet, belum lagi ritual antri transportasi umum, hidup di kantor udah bikin capek, nggak perlu lagi diperberat dengan harus menghadiri bukber yang alamat garing. Artinya, kita harus pintar memilah dan memilih, acara bukber mana yang layak didatangi dan mana yang penting dihindari.

Atau kalau dibalik, sebagai penyelenggara bukber kita harus jeli, apakah rencana bukber akan terlaksana dengan seru atau enggak.
Inilah ...

Rahasia Bukber Sukses


Kalau sudah muncul tanda-tanda ajakan bukber, lalukan hal berikut :

  1. Cari tau siapa aja yang confirmed akan hadir. Kamu bisa pelajari pola kedatangan teman-temanmu dari track record sebelumnya, atau dari sikapnya.
  2. Hitung berapa peserta yang masuk kriteria berikut :
    • Tukang nyeletuk. Celetukannya selalu berhasil bikin semuanya tertawa lepas, nggak cuma bikin haha hihi yang akhirnya krik krik.
    • Ensiklopedia. Wawasannya luas, atau minimal cukup buat menambah pengetahuan, atau seenggaknya dia bisa jelasin tren yang berkembang dan pertanyaan di benak teman yang lain.
    • Teman yang lagi dekat. Tandanya, dia ada di recent chat kamu dalam kurun waktu maksimal 30 hari terakhir selain chat kerjaan.
    • Teman Ontime. Kalaupun telat nggak ngerepotin.
    • Teman yang terbiasa saling ngatain tanpa ada yang merasa tersinggung.
    • Bisa berperan. Maksudnya bukan pembicara umum. Tipe pendominasi obrolan bisa membuat yang lain jadi enggan bicara. Tapi nggak pendiam juga, yang perannya cuma ketawa doang sama gigitin es batu.
  3. Kalau teman dengan kriteria diatas banyak yang datang, atau bahkan mereka sudah bercandain acaranya duluan di grup chat. Biarpun lokasinya jauh, jalanan macet, hujan petir, kamu HARUS datang. Nggak akan nyesel deh. Siap-siap pulangnya sakit rahang karena kebanyakan ketawa. Atau sampe rumah malah haus lagi.
  4. Kalau dilihat hanya beberapa teman diatas yang datang, maka kalau lokasinya bisa dijangkau dalam kurang dari 1 jam, dateng aja. Kalau enggak, mending cari alasan deh. Buat yang ngantor, paling ampuh alasan last minute disuruh boss. Atau ada lembur. Buat yang ibu rumah tangga, kasih alasan anak rewel. Jangan bilang anak sakit ya. Toh rewel kan bisa multitafsir. hehe Dijamin tokcer.
  5. Kalau dilihat list kehadiran didominasi teman diluar kriteria diatas, kalau lokasinya bisa dijangkau dalam kurang dari 30 menit, mood kamu lagi enak, cuaca cerah, ngga ada sinetron di jam itu, perjalanan ke rumah lebih jauh, atau mbak-mbak goodponsel yang lucu-lucu lagi nggak bikin tiktok sehingga kamu nggak punya kegiatan lain yang lebih menarik, dateng. Di luar itu, keluarin jurus disuruh boss dan anak rewel. Atau jurus andalanmu yang lain.
  6. Kalau teman edanmu dengan kriteria di atas tidak ada yang bisa datang di bukber itu. Bilang, "Sorry nggak bisa gabung, boss gue lagi rewel."


Kalau kamu adalah penginisiasi Bukber. Langsung lempar format ajakan bukber lengkap.

"Temen-temen, tanggal 22 April ini kita bukber yuk di Ketan Susu Kemayoran."

Format ini ampuh meminimalkan proses tanya jawab yang terlalu mendasar seperti "di mana?" dan "kapan?".

Setelah itu, perhatikan respon mereka.

  1. “Gasskeun!”. Prospeknya cerah, besar kemungkinan untuk hadir. Meskipun ada beberapa teman yang "Gassnya doang kenceng".
  2. "Duh jauh, cari lokasi yang deketan dong". Thats mean mereka nggak terlalu ingin bukber sama kalian, tapi kalo effortnya nggak gede bolehlah dateng buat iseng-iseng.
  3. "Yah. Tanggal segitu gw nggak bisa, boleh ganti tanggal nggak?" Mereka nggak tertarik bukber sama kalian, tapi nggak ingin terang-terangan bilang nggak mau. Orang-orang tipe ini biasanya tetap nggak dateng sekalipun tanggalnya diganti sesuai permintaan. Ada juga yang tetap dateng di tanggal maunya dia hanya karena ngga enak aja sama yang lain.
  4. "Siapa aja yang mau dateng?" Sebenernya nggak terlalu tertarik bukber sama kamu, tapi kalo ada orang-orang lain yang lebih menarik, boleh lah. Bukan karena kamu lho.
  5. "Kalo gue nggak lembur ya" Jawaban mengambang, gak tertarik bukber bareng orang-orang ini dan nanti di hari H akan bilang "Sorry, gw mendadak disuruh lembur".
  6. "Kalo nggak macet ya” Ini nih, sama aja bilang "nanti aja abis kiamat ya". Emang sejak kapan Jakarta nggak macet cuk?


Yang paling tragis adalah :

7. “…” (nggak ada yang respon) nggak ada yang tertarik bukber dengan anggota lainnya, atau mereka nggak tertarik bukber karena ada kamunya. Siapin mental kalo tau-tau lihat foto mereka di medsos lagi bukber.

Tapi tanpa kamu.



Selamat bukber!