Menelisik Tentang Perlu Tidaknya Gabung ke Whatsapp Grup Alumni

 


Cangkeman.net - Whatsapp grup adalah fitur yang ada pada aplikasi perpesanan Whatsapp. Ia menjelma menjadi semacam fitur yang yang wajib digunakan oleh kita semua. Meski terkadang meresahkan dan biasanya menjadi sumber kejahatan seperti hoaks, fitnah, serta tempat untuk ngegosip, nyatanya kita sangat tergantung dengan fitur ini.

Coba cek di hpmu, ada berapa Whatsapp grup yang kamu ikuti? Berapa presentase aktivitasmu di sana, daripada di chat pribadi?

Whatsapp grup ini berjumlah sangat banyak, karena ia dapat berkembang biak dengan cara membelah diri. Misal, ada Whatsapp grup sekolah namannya "Kelas IX SMP 3 Majapahit" nah dari Whatsapp grup tadi, biasanya siswa cewek membuat grup khusus yang isinya cewek semua, namanya "Ciwi-Ciwi IX Majapahit 3" dan dari grup ciwi-ciwi tadi, ada beberapa anak satu geng yang suka maen bareng, bikin grup lagi bernama "The Queenss IX Majapahit". Nah jadi intinya begitulah.

Dari banyaknya Whatsapp grup di hape kita yang kadang kita juga bingung sebaiknya gabung atau enggak, yang paling bingungin adalah Whatsapp grup alumni. Mau Alumni SD, SMP, SMA atau Fakultas pun itu membuat bimbang.

Karena ga semua teman-teman semasa sekolah atau kuliah kita itu, kita masih ingat sampai sekarang. Jadi rasanya akan menuh-menuhin hape aja kalau kita ikut gabung. Lagipula apa pentingnya sih teman-teman masa sekolah yang udah lama enggak ketemu, lalu disatukan dalam satu grup? Paling fungsinya buat pamer kehidupan yang sekarang ke teman-teman sekolah. Mau nunjukkin kalo kita udah lebih baik dari waktu kita masih sekolah.

Nah tapi poinnya di situ. Kita semua perlu pamer. Apalagi yang waktu di sekolah merasa menjadi minoritas, tertindas, atau tidak bisa mencuat pada pergaulan sosial di sekoah, tentu sangat membutuhkan akan hadirnya Whatsapp grup. Belum lagi yang mau nikah, pamer mau berumah tangga kan? Mereka ini perlu masuk Whatsapp grup alumni, apalagi kalau ternyata mantan calon suami/istrinya adalah teman sekolah juga dan ada di grup yang sama juga tentunya. Nah udah fiks, wajib itu buat gabung.

Selain pamer Whatsapp grup alumni tentu juga menambah kembali jaringan pertemanan. Meski sejatinya sudah berteman, namun berbeda waktu, pasti akan berbeda rasanya. Dan semakin banyak pertemanan, semakin banyak dahh lubang-lubang untuk dicari utangan wowkwow.

Tapi sah-sah aja sih mau gabung Whatsapp grup alumni atau enggak. Toh akun Whatsapp kita sepenuhnya kehendak kita kan? Kamu bisa memilih, dan memang sudah sepatutnya memilih. Yang ngeselin adalah kalau kamu bersikap oportunis bak politikus. Kalo kamu mau menggunakan keuntungan Whatsapp grup, minta gabung. Kalau kamu udah enggak perlu, keluar lagi. Itu ngehek sihh.

Misalkan begini, kamu mau menikah dan akan mengundang teman-teman sekolahmu, entah dengan maksud pamer atau emang mau ngundang beneran yahh. Terus kamu minta masuk Whatsapp grup. Lalu setelah kelar acara, kamu keluar lagi. Kan jancuk. Yang lain juga mau pamer ke kamu, mau ngundang kamu juga di acara nikahannya. Curang sekali, mau pamer tapi gamau dipameri sama orang.

Sama juga kalo mau pinjem duit bergerilia di Whatsapp grup Alumni. Giliran itu hilang  entah kemana. Hape keresetlah, hape ilanglah, segala macam. Heh, gantian dong. Emang lau doang yang mau menggunakan keuntungan pertemanan?

Aku pribadi bagaimana? Aku pribadi sih enjoy aja masuk Whatsapp grup alumni, meski aku sadar juga kalau untungnya juga gak banyak. Mau pamer, ga ada yang bisa dipamerin, mau utang, eh malah diutangin wowkwokw......