Banyak Konten Sampah Kok Heran?

Cangkeman.net - Banyak konten kreator yang bikin konten sampah dan akhirnya viral. Kok kita malah heran? Harusnya enggak! Bukan cuma konten youtuber aja yang kualitasnya sampah. Coba deh lihat pilitikus sampah yang terpilih jadi anggota dewan, bikin UU, lalu terkenal hanya karena tingkahnya. Lalu politikus sampah, jadi pejabat negara yang ucapannya ngawur. Belum lagi pemuka agama yang hanya jadi sampah, viral, dan justru banyak umatnya.

Kalau kalian merasa jyjyk melihat itu semua, jangan bangga dulu, kalian minoritas. Selera kalian bukan selera majority. Karena memang masih terlalu banyak orang yang suka sampah. Ditambah golongan yang penasaran sama sampah itu dan akhirnya misuh-misuh sendiri, nggak sadar kalau mereka ini juga memberi sumbangsih terhadap ketenaran sampah tadi.

Kalau kalian merasa bukan sampah, coba buat konten yang tidak hanya menjadi sampah, penuhi ruang digital dengan konten faedah, banjiri, jangan biarkan konten sampah terkatrol algoritma dan menjadi viral, setidaknya dengan mendiamkan, tidak membahas apalagi memberikan reaksi digital.


Berpolitiklah tidak dengan nyampah dan tidak menyampahkan orang lain, atau setidaknya jangan mendukung politikus sampah, cueki, jangan dianggap, sampai golongan sampah seperti itu termarjinalkan sendiri bersama para pendukungnya.

Jadilah pemuka agama yang tidak bawa-bawa sampah, atau setidaknya lawan pemuka agama sampah yang bisanya hanya teriak-teriak itu. Jangan biarkan ia menyebarkan opini sampah. Jangan sampai masyarakat menganggap sampah tadi adalah emas. Apalagi sampah-sampah yang suka jualan dalil, ayat, dan mayat.

Kita tidak bisa membuat sampah menjadi emas, tapi menimbun tumpukan sampah dengan emas setidaknya mencegah baunya tersebar luas.