Al Maun : Cara Beragama Ala Islam


Cangkeman.net - Ada satu surat di Al-Quran yang waktu pertma kali membaca terjemahannya, aku langsung tertegun dan berpikir "Ini nih, begini harusnya orang beragama."

Menurutku, jika semua umat Islam dapat benar-benar mengamalkan satu surat ini saja, maka damailah hidupnya, lingkungannya dan bahkan efeknya bisa sangat meluas ke seluruh alam.

Surat yang aku maksud adalah surat Al Maun. Salah satu surat yang turun di Mekah dan urutannya berada pada Juz 30 di Al-Quran.

Berikut aku tuliskan isi suratnya beserta terjamahamnnya.

1. اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ
a raaitalladzii yukadzdzibu biddiin
Artinya: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2. فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ - ٢
fadzaalikalladzii yadu''ul yatiim
Artinya: maka itulah orang yang menghardik anak yatim

3. وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ - ٣
wa laa yaḥuḍḍu 'alaa ṭa'aamil-miskiin
Artinya:
dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

4. فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ - ٤
fa wailul lil muṣalliin
Artinya: Maka celakalah orang yang salat,

5. الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ - ٥
alladziina hum 'an ṣalaatihim saahụn
Artinya: (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

6. الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ - ٦
alladziina hum yuraaụn
Artinya: yang berbuat riya

7. وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ - ٧
wa yamna'uụnal-maa'ụn
Artinya: dan enggan (memberikan) bantuan.

Dari surat yang terdiri dari 7 ayat tersebut, aku menilai bahwa ini adalah kritik sekaligus pedoman untuk setiap muslim.

Kalau kita mencacah bagian surat ini, kita bisa memecahnya menjadi dua bagian surat. Yakni bagian "Pendusta Agama" yang masuk dalam ayat 1 s.d. 3 serta bagian "Sholatnya Celaka" yakni ayat 4 s.d. 7.

Pada bagian pertama, kita diberitahukan oleh surat ini tentang ciri-ciri pendusta agama. Ciri-cirinya adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. Aku melihat pada bagian ini, surat ini ingin bicara bahwa semakin kita belajar agama, semakin kita menyelami nilai-nilai agama, seharusnya perbuatan kita terhadap kaum papah (di sini disimbolkan dengan anak yatim dan orang miskin) semakin baik. Tolong menolong sesama manusia harus berjalan. Secara tidak langsung, aku melihat bahwa surat ini mengingatkan bahwa "goal" orang beragama adala berbuat baik kepada sesamanya.

Pada bagian kedua, kita dijabarkan tentang orang yang lalai dalam salatnya. Pada 2 ayat terakhir dijelaskan bahwa orang yang lalai dalam sholatnya adalah yang suka berbuat iya dan enggan memberikan bantuan. Aku membaca surat ini seolah-olah surat ini mengkritik orang-orang yang gemar melakukan ibadah yang sifatnya syari (di sini dilambangkan dengan salat) namun melupakan bahwa tujuan dari ibadah-ibadah tersebut adalah kebaikan untuk sesama. Jadi surat ini mengkritik orang yang gemar beribadah, namun ternyata tidak beribadah. Kita hanya menyembah ego kita (riya) bukan menyembah Tuhan.

Secara keseluruhan, aku menarik kesimpulan. Bahwa hubungan kegamaan tidak dapat lepas dari hubungan kemanusiaan. Tujuan dari agama serta ritus-ritus yang menyertainnya adalah kemanusiaan. Jadi akan sangat naif jika seseorang meninggalkan kebaikan terhadap sesama demi kebaikan agama. Karena setiap kebaikan terhadap sesama adalah perintah agama juga.


Tabik...